POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

WASPADAI AKSI CUCI OTAK

By 18 Feb 2016 11:55Opini
featured-pancasila-1600×600

Author :: IDA OTNAS
Date :: Sen 04/25/2011 @ 02:38
Praktik perekrutan, pemberian pengaruh berdasarkan fanatisme keagamaan, dan berujung pemerasan uang yang memangsa keluarga korban hingga puluhan juta rupiah, berkedok agama, praktik sejenis multi level marketing , dan sebenarnya lebih mirip organisasi mafia dengan tujuan mendapat uang. Kalau di cermati jejak selama ini dan sebagaimana terungkap di media massa, jelas sekali bahwa kegiatan intern para rekrutan itu dilakukan bersama dan di dalam organisasi. Kegiatan mereka bukan untuk menjadi orang yang soleh mematuhi suatu ajaran sebagaimana dinyatakan oleh mereka yang pernah berinteraksi dengan organisasi tersebut selama ini.

Sepertinya tidak sulit untuk menemukan cara kerja,metoda para perekrut ini, mereka mengambil sasaran, baik mahasiswa maupun pelajar, yang memiliki potensi atau mampu membayar uang puluhan juta rupiah. Perekrutan tidak berlangsung terhadap mahasiswa atau pelajar yang tidak mampu secara ekonomi. Motivasinyapun sebenarnya tidak jelas, bukan untuk mencari anggota yang setia pada keyakinan tertentu, tetapi bagaimana dapat menguras kantong mereka. Bagi yang kritis pada ajaran mereka, jelas benar ujung dari perekrutan itu hanyalah pembentukan kesetiaan buta pada lembaga yang disebut NII, dan disusul setoran uang. Kewajiban membayar uang bahkan sampai membuat para mahasiswa atau pelajar berbuat apa saja untuk mendapatkan uang setoran kalau perlu menipu, mencuri uang orang tua.

Untuk itu kiranya perlu adanya sebuah pengkajian, penelitian yang  komprehensif apakah organisasi perekrut ini adalah sebuah organisasi keagamaan yang telah melenceng dari ajaran, atau merupakan organisasi sekuler (mafia) yang menggunakan symbol, ajaran agama guna mendapatkan keuntungan financial. Selanjutnya perlu adanya dua unjung tombak untuk mengatasi hal tersebut, yang pertama peran para tokoh agama, MUI, Kementerian agama, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan organisasi Islam agar berusaha mensosialisasikan/meluruskan ajaran Islam yang benar, penanaman semangat kebangsaan  kepada para mahasiswa, pelajar dan pemuda. Ujung yang kedua agar aparat keamanan dapat mengungkap organisasi ini, seperti mengungkap organisasi kejahatan lainnya seperti kejahatan narkoba, pemalsuan uang, penyelundupan dan sebagainya, dimana aparat kepolisian tidak perlu gamang karena seolah menghadapi organisasi keagamaan, padahal bajunya saja agama. Hal lain adalah bagi para mantan orang-orang yang berhasil direkrut dan kemudian sadar dan kembali ke masyarakat justru harus bicara di media massa tentang modus operandi, sehingga masyarakat tahu model-model penipuan, dan dengan sebanyak mungkin tahu metoda perekrutannya, maka masyarakat sedini mungkin dapat menghindari, mendeteksi, dan kalau perlu mengadakan perlawanan.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

WASPADAI AKSI CUCI OTAK