BeritaMenko Polhukam

Menko Polhukam: TNI Siapkan Pesawat Hercules Untuk Jemput Pelajar Papua yang Eksodus

Informasi Keliru tentang Papua, Pemerintah Kirim Utusan ke Komisi HAM PBB
#KemenkoPolhukam 

Polhukam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan bahwa Panglima TNI telah menyiapkan pesawat Hercules guna menjemput para pelajar di Papua dan Papua Barat untuk kembali melanjutkan proses pembelajaran.

“Panglima TNI sudah menjanjikan agar tidak ada kesulitan transportasi, (Panglima TNI) akan menyediakan 2 (pesawat) hercules C130 untuk mengangkut adik-adik, anak-anak (pelajar yang melakukan eksodus) kita kembali ke studi,” jelas Wiranto saat Konferensi Pers di Media Center Kemenko Polhukam, Senin (9/9/2019).

Menurut Menko Polhukam, belajar bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ini merupakan kesempatan bagi pelajar di Papua dan Papua Barat untuk belajar di tempat lain serta bersosialisasi dengan teman-teman dari suku lain sehingga perasaan bersatu sebagai bangsa Indonesia tetap utuh. “Tapi ada yang mencoba memecah belah lagi dan Kita bersyukur bahwa eksodus ini sudah berhenti dan sekarang justru kita ingin mengembalikan mereka untuk study,” lanjutnya.

Pemerintah akan memastikan keamanan para pelajar Papua yang ada di luar daerahnya. Salah satunya dengan memerintahkan aparat TNI-Polri untuk mendampingi pelajar. Hal ini dinilai efektif untuk memberikan rasa aman karena terjalinnya hubungan layaknya keluarga.

“Sudah dirancang nanti anak-anak kita, adik-adik kita yang belajar di kota-kota di seluruh Indonesia itu akan ada, kita anjurkan dari pejabat Kepolisian, TNI, nanti punya anak asuh lah ya istilahnya, ikut mengawasi ikut merawat punya hubungan telepon dengan mereka sehingga anak-anak, adik-adik kita merasa nyaman di mana pun mereka ada,” ungkap Wiranto.

Selain itu Menko Polhukam juga menyarankan agar asrama-asrama Papua yang ada di seluruh Provinsi disatukan dengan asrama-asrama mahasiswa lain. Menurutnya langkah ini bisa menciptakan persatuan.

“Kami usulan kepada Mendagri untuk bisa koordinasi dengan para Gubernur, ke depan nanti para Gubernur patungan saja. 3 provinsi patungan, kalau ini satu kota ada asrama Papua, ada asrama Kalbar, asrama Sumbar, 3 gubernur bersatu biayai sama-sama, ada asrama nusantara 1, nusantara 2, nusantara 3, jadi anak-anak bercampur di situ, nggak ada eksklusif ini anak Papua sendiri, ini anak Sumbar dan Kalbar sendiri,” ujar Wiranto.

Biro Hukum, Persidangan dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel