POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

MEDIA KOMUNITAS MEMBERANTAS HOAX

By 09 Jun 2017 08:11Opini
featured-pancasila-1600×600

Peran Media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah dimulai sejak para pendiri bangsa ingin meraih kedaulatan, merebut kemerdekaan untuk mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka. Perubahan Politik dari “daulat raja “ menjadi daulat rakyat akhir Tahun 1999-an semakin memantapkan media dalam posisi sentral, bahkan keberhasilan rakyat dalam mengalahkan hegemoni kekuasaan masa lalu juga berkat dukungan media massa.

Peran media massa semakin penting dan strategis, sejalan dengan dinamika perkembangan demokrasi dewasa ini. Sebagai salah satu pilar demokrasi, media massa menjadi kekuatan yang dapat mencegah kedaulatan direduksi oleh lembaga politik dan/atau negara. Namun sayangnya media massa nasional kadang terjebak oleh kepentingan kapital dan politik kepentingan, sehingga isu-isu yang diangkat tidak mencerminkan kepentingan publik akibatnya media massa cenderung menjadi panggung pencitraan politik bagi kelompoknya. Demokrasi hanya menjadi sekedar prosedur politik memperebutkan pengaruh untuk memperoleh kekuasaan, dan bukan instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan umum.

Akhir-akhir ini, dengan munculnya media sosial yang tadinya diharapkan untuk lebih menumbuhkan dan memantapkan kemudahan akses dalam memperoleh informasi yang berkualitas, dimana hal tersebut merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh konstitusi realitasnya justru berbanding terbalik. Media sosial memunculkan berbagai berita negatif, berita hoax berupa ujaran kebencian, fitnah, propaganda, agitasi, dan provokasi yang sangat merugikan masyarakat dan bahkan digunakan untuk saling menjelek-jelekan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya sebagai sesama bangsa.

Kondisi demikian bila dibiarkan dapat menguras modal sosial energi bangsa dan memudarkan persatuan dan kesatuan nasional. Mengelola persatuan dan kesatuan bangsa bukan menyeragamkan apalagi “jawanisasi”, tetapi juga tidak terjebak dalam paradoks globalisasi dengan menghadirkan roh dan nilai-nilai yang menjadi perekat bangsa yang heterogen (bhinneka). Kristalisasi dan abstraksi nilai-nilai tersebut adalah Pancasila.

Media Komunitas sebagai saluran mengumandangkan isu-isu yang tidak menjadi interest/tidak tertampung di media arus utama dan menggugah kesadaran kelompok tertentu. Sebagai upaya membendung hegemoni informasi dan komunikasi oleh korporasi pemilik modal dan pemegang kekuasaan kelompok kepentingan. Oleh karena itu media komunitas tidak terpusat tetapi bersifat partisipatif, sehingga mampu mengembangkan identitas kultural, wahana ekspresi diri komunitas, dan sarana mendiagnosa permasalahan, serta memfasilitasi artikulasi problem komunitas. Pada dasarnya ia berperan membentuk nilai-nilai, sikap sensitif, serta sadar terhadap kondisi lingkungan komunitasnya yang hendak di bangun.

Salah satu bentuk media komunitas adalah media komunitas religi: komunitas agama yang diakui negara dengan tujuan dakwah, misionaris atau menyebarluaskan informasi keagamaan. Isu utamanya: bagaimana nilai-nilai agama yang universal, dijadikan landasan bersama untuk menghadirkan roh peradaban yang memperkokoh kehidupan bersama, untuk mencapai kebahagiaan.  Selain itu media komunitas dapat menjadi sarana menebarkan benih-benih yang menyuburkan modal sosial, mengembangkan jurnalisme yang mengutamakan isu-isu yang menggalang kebersamaan dan tidak mempertajam perbedaan seperti berita hoax, juga menggelorakan dialog yang semakin dapat memperdalam saling pengertian atau toleransi sesama anak bangsa. Saya Indonesia saya Pancasila.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

MEDIA KOMUNITAS MEMBERANTAS HOAX