POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

KENAIKAN HARGA BBM HARUS DIPAHAMI SECARA BENAR

By 18 Feb 2016 13:49Opini
featured-pancasila-1600×600

Author :: Fathian Haroem
Date :: Rabu 03/21/2012 @ 01:15
Kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak populer, karena dipandang tidak pro rakyat. Jika kita lihat ke belakang, kita semua akan ingat bahwa setiap akan ada rencana kenaikan harga BBM, dapat dipastikan mendapat reaksi negative dari publik. BBM memang sebagai komoditas yang luar biasa, dampaknya begitu luas dan berpengaruh besar terhadap kehidupan rakyat.

Rencana kenaikan harga BBM sebesar Rp. 1.500,- (harga premium menjadi Rp. 6.000,-) perliter, sebenarnya harga tersebut pernah dicapai pada tahun 2008, kemudian pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurunkannya menjadi Rp. 4.500,-. Kebijakan menurunkan harga BBM ini merupakan pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Sekarang mengapa pemerintah menaikkan kembali harga BBM ? Tentu pertanyaan ini harus menjadi renungan kita bersama. Saya yakin bahwa pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM, karena sudah kita ketahui bersama bahwa kebijakan itu pasti akan mendapat tantangan dari publik. Jika dilihat dari kepentingan politik, maka partai yang berkuasa sekarang ini tentu akan enggan menaikkan harga BBM. Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa pemerintah menaikkan harga BBM tentu ada alasan-alasan tersendiri.

Beban APBN dalam mensubsidi harga BBM memang sangat berat. Kenaikan harga minyak dunia yang terus menanjak tentu akan memperbesar subsidi yang harus ditanggung oleh APBN, yang sudah barang tentu akan mengganggu anggaran pembangunan yang lainnya. Oleh sebab itu agar subsidi terhadap harga BBM tidak semakin membengkak maka pemerintah perlu menaikkan harga BBM.. (Fathian Haroem, 21/3/2012)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

KENAIKAN HARGA BBM HARUS DIPAHAMI SECARA BENAR