POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Papua Tipu Papua

By 18 Feb 2016 12:15Opini
featured-pancasila-1600×600

Author :: R. Tullah
Date :: Jumat 09/23/2011 @ 09:49
Adanya permintaan dialog Jakarta-Papua yang akhir-akhir ini terus didengung-dengungkan oleh para elite politik di Papua tidak upahnya sebagai proyek saja. Mengapa ? Karena permintaan dialog Jakarta-Papua yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Papua, termasuk warga pendatang tentunya tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Dibutuhkan konsep yang jelas, maksud dan tujuan, termasuk kemanfaatan dan dampaknya, baik positif maupun negatifnya. Padahal dialog dalam mencari solusi permasalahan Papua seperinya sudah berulangkali dilakukan oleh pemerintah, termasuk melalui pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat Papua, pemerintah provinsi, melalui seminar, FGD dan sebaginya. Jadi dialog seperti apa lagi yang harapkan ?

Bila dialog tersebut cenderung bertujuan lain yang sasaran utamanya hanya untuk mengekspos masalah Papua agar menjadi isu dan perhatian internasional, tentunya merupakan hal yang tidak kita inginkan bersama. Pasalnya, sejumlah pihak sampai saat ini masih cenderung terus berupaya mengobok-obok Papua. Kejadian kecil saja yang terjadi di Papua terus dibesar-besarkan  demi mencari kelemahan  pemerintah pusat. “Ini jelas merupakan taktik dan strategi para elit Papua yang  tidak sehat”. Yang jelas pemerintah pusat sudah berbuat banyak untuk memperbaiki dan membangun tanah Papua selama ini. Tetapi orang-orang yang tidak suka kondisi Papua ini kondusif, terus berupaya menggoyang pemerintah pusat. Dalam hal ini, apapun yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat di Papua, tetap saja dianggap gagal dan disalahkan. Padahal program pemerintah pusat di Papua sudah sangat bagus,  ekonomi membaik dan pembangunan sarana dan prasarana semakin meningkat. Memang masih ada berbagai kekurangan, tetapi  itu terus diperbaiki.

Kalau selama ini Otsus tidak berjalan baik karena yang terjadi adalah “Papua Tipu Papua”. Elit-elit di Papua sendiri sepertinya yang tidak benar menjalankan Otsus. Mereka itulah orang-orang yang tidak beres, tidak sungguh-sungguh menjalankan Otsus untuk kepentingan rakyat Papua. Disisi lain, dengan berbagai cara, termasuk mengangkat isu gagalnya Otsus, para elit Papua di luar Papua terus berupaya mempengaruhi masyarakat agar menuntut kepada pemerintah pusat untuk melakukan referendum (pemisahan dari NKRI). Padahal, sesungguhnya yang terjadi, masyarakat Papua hanya menginginkan peningkatan tarap hidup dan kesejahteraan agar tidak tertinggal dengan masyarakat di daerah lain.  Dengan demikian, apakah ini bukan namanya “Papua Tipu Papua ? Jadi “janganlah selalu menyalahkan pemerintah pusat”. Sebagai anak bangsa, tentunya bisa menilai secara objektif siapa yang  sesungguhnya tidak benar, pemerintah pusat atau elit-elit di Papua itu sendiri ?  Karena itu, kalau kita benar-benar ingin membangun Papua, mari kita bangun Papua dengan semanagt kebersamaan dan persaudaraan, tidak saling menyalahkan. Kalau selama ini ada yang salah dalam pembangunan di Papua, mari kita tata kembali pembangunan Papua dengan benar, diantaranya melalui evaluasi pelaksanaan Otsus diberbagai bidang. Dengan evaluasi tersebut diharapkan Otsus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya olah seluruh lapisan masyarakat Papua, sehingga dapat meredam keinginan untuk referendum.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Papua Tipu Papua