Menko PolhukamBeritaDeputi II Bidkor Polugri

Menko Polhukam Bicara Perdamaian Dunia Bersama Tokoh Lintas Agama dan Sambutan Istimewa Pemerintah India

Dibaca: 49 Oleh Wednesday, 30 November 2022December 8th, 2022Tidak ada komentar
Pak Menko india
#KemenkoPolhukam 
SIARAN PERS NO. 194/SP/HM.01.02/POLHUKAM/11/2022
Semangat bergerak bersama untuk membangun kedamaian berbangsa di semua negara, harus terus diperkuat. Demikian ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD saat menjadi pembicara kunci pada Dialog Tokoh Lintas Agama, pada Selasa (29/11) di New Delhi, India.
“Selama ini, ada yang belum saling mengerti antar tokoh agama. Di seminar kemarin, mereka sepaham pentingnya masalah ini dan mereka melihat Indonesia telah menjadikan hidup bernegara yang harmonis dengan beragama,” ujar Mahfud MD kepada pers hari ini, Rabu (30/11).
Dialog tokoh lintas agama ini mendapat respons yang sangat baik di New Delhi. Para peserta yang hadir adalah tokoh-tokoh dari berbagai agama, seperti Hindu, Kristen, Katolik dan Islam.
Dalam kesempatan ini, Mahfud MD yang ditemani sejumlah ulama dan tokoh agama dari Indonesia menegaskan bahwa Indonesia seperti bangsa lain di dunia, juga menghadapi banyak tantangan sosial, namun masalah-masalah itu diselesaikan melalui bingkai harmoni dalam keberagaman.
“Kontribusi ulama dan tokoh agama lainnya sangat besar dalam mengatasi tantangan sosial yang dihadapi oleh masyarakat modern di Indonesia,” papar Menko Polhukam yang juga berlatar belakang santri.
Kepada para tokoh dari berbagai agama
Di India itu, Mahfud menceritakan praktik dan pangalaman di Indonesia bahwa ulama dan tokoh agama lain, telah memainkan peran dan kontribusi besar dalam membangun budaya perdamaian antaragama dan keharmonisan sosial di Indonesia.
“Para ulama dan tokoh agama lainnya, telah menjadi bagian penting dari kerukunan masyarakat Indonesia sejak awal sejarah Indonesia, sejak masa perjuangan merebut kemerdekaan dari kekuasaan kolonial, hingga masa modern saat ini,” ujar Mahfud memaparkan bagaimana Indonesia memperkuat kesamaan visi kebangsaan meski beda agama dan keyakinan.
Menurut Mahfud, dialog dan diskusi antara ulama dan tokoh agama lain, akan menumbuhkan budaya perdamaian antaragama dengan menyediakan jalan untuk berbagi pengalaman terbaik.
“Masyarakat yang harmonis tanpa intoleransi dan diskriminasi akan menjadikan dunia kita tempat yang lebih baik,” tambah Mahfud.
Sambutan Istimewa
Selain diskusi yang produktif, Mahfud terkesan dengan sambutan dan pelayanan pemerintah India kepada delegasi Indonesia yang dinilainya sangat istimewa.
“Pelayanan Pemerintah India kepada delegasi Menko Polhukam sangat istimewa. Selain menyampaikan keynote address saya juga diundang lunch yang diisi diskusi yang bermutu dengan National Security Advicer (NSA) Mr. Ajit Doval” sambung Mahfud.
Ajit Doval menurut Mahfud akan mengirimkan tim ke Indonesia untuk bekerjasama lebih lanjut terutama dalam hal deradikalisasi, penanganan bencana, dan mendalami sistem pendidikan Pondok Pesantren.
Pada sore harinya, delegasi yang dipimpin Mahfud MD diterima langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. “Ini sesuatu yang jarang terjadi. Kami minum teh dan berdiskusi sambil berdiri santai dgn PM Modi” lanjut Mahfud mengisahkan sambutan hangat pemerintah India kepada rombongan Indonesia.
Tidak hanya itu, pada malam harinya juga dilangsungkan gala dinner yang meriah di kediaman NSA Ajit Doval, untuk menyambut dan merayakan Seminar Lintas Tokoh Agama ini sekaligus sebagai penghormatan kepada delegasi RI yang dipimpin Mahfud MD.
“Indonesia diperlakukan begitu terhormat. Mungkin karena saat G20 Pemerintah Indonesia juga sangat menghormati delegasi PM Modi dan India” ujar Menko Polhukam.
Para ulama dan tokoh agama yang turut hadir bersama Menko Polhukam, antara lain sejumlah tokoh dari NU seperti Masykuri Abdillah dan Abdul Mogsith Ghazali serta Cholil Nafis dari MUI, Abdul Mu’ti dari Muhammadiyah, juga Mohammad Zaitun Rasmin dari Wahdah Islamiyah. Hadir pula sebagai anggota delegasi adalah Nengah Duija, Jeane Marie Tulung, dan Adiyarto Sumardjono yang masing-masing mewakili agama Hindu, Kristen, dan Katolik. (*)

Terkait

Kirim Tanggapan