POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Menko Polhukam Ajak Generasi Muda Majukan Indonesia

By 28 Oct 2016 13:57Berita
whatsapp-image-2016-10-28-at-13-54-57

Menko Polhukam Wiranto mengajak para pemuda untuk memajukan Indonesia, karena masa depan negara berada di tangan para generasi muda bangsa. Hal ini diungkapkan Menko Polhukam dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda di Kantor Menko Polhukam, Jumat (28/10).

“Masa depan negeri ini sangat tergantung pada generasi muda saat ini, oleh karena itu saya mengajak dan mengharapkan para pemuda Indonesia dengan semangat sumpah pemuda melakukan hal yang terbaik untuk negeri ini memelihara persatuan negeri ini, untuk terus berfikir kedepan, untuk bagaimana memberikan sumbangan di bidang masing-masing, untuk membantu pemerintah memajukan negeri ini dalam persaingan global, dengan cara itu saya yakin bahwa negeri kita akan berjaya di masa kini dan masa yang akan datang”, tegasnya.

Menurut Menteri Wiranto, pemuda dapat mengisi kemerdekaan dengan segala bentuk prestasi. Karena perjuangan kemerdekaan para pemuda dulu dan sekarang sudah berbeda. “Perjuangan pemuda di masa lalu memang berbeda dengan di masa sekarang, masa lalu kan seperti Sumpah Pemuda, orientasinya kemerdekaan, kebebasan, tetapi saat ini karena kita sudah memperoleh kemerdekaan dan kebebasan itu, maka banyak prestasi lain yang bisa dilakukan oleh para pemuda” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dalam pidato peringatan hari Sumpah Pemuda mengatakan bahwa jumlah pemuda di Indonesia saat ini merupakan bonus demografi yang seharusnya bisa dinikmati Indonesia.

“Bonus demografi menjadi windows opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah Negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa  di setiap 100 penduduk Indonesia, ada 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia.  Rasio usia produktif di atas 64 % sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produkif  terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035”, jelasnya pada pidato peringatan Sumpah Pemuda di Palangkaraya (28/10).

Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5 % dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014).

Secara kuantitas angka 24,5 % ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 % dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

Pemuda Indonesia telah banyak yang menorehkan prestasi di beraga sektor. Indonesia berhasil mengantarkan seorang Pemuda Indonesia usia 23 tahun bernama Rio Haryanto ke level tertinggi balap mobil internasional F-1. Dunia balap internasional seolah tidak percaya ada anak Indonesia yang berhasil menembus balapan paling bergengsi di dunia.

Begitu pun ketika kita berhasil mengembalikan tradisi emas di ajang Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil melalui cabang olahraga Bulutangkis, dunia juga berguncang. Semua orang pun tahu peraih medali emas itu adalah Owi-Butet, anak muda berusia 27 dan 30 Tahun.

Bukan hanya di ajang olahraga, di sektor-sektor lain seperti Industri kreatif, kita juga menemukan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mengharumkan Negara dan bangsa di kancah internasional. Ada Joe Taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang panggung Hollywood melalui film Fast and Furious. Ada juga sutradara muda usia 27 Tahun asal Blitar Jawa Timur, Livi Zheng yang berhasil mengguncang panggung perfilman Hollywood melalui film-film berkelasnya.

Di dunia musik, ada Sandhy Sondoro musisi muda Indonesia yang di usianya 28 tahun telah berhasil menyabet penghargaan International Contest of Young Pop Singer di Latvia pada 2009 dengan mendapatkan nilai nyaris sempurna dari seluruh juri.

Data BPS menyebutkan bahwa Industri Kreatif hari ini menyumbang tidak kurang dari 7 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebuah kontribusi yang tidak bisa dianggap kecil di tengah pelambatan ekonomi dunia.

Indonesia juga memiliki anak-anak muda potensial di bidang start up, yang omzetnya mengundang decak kagum pebisnis online dunia. Ada Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, ada Ahmad Zaky, CEO Bukalapak dan ratusan CEO-CEO muda di bidang Teknologi Informasi yang dipercaya oleh perusahaan IT multinasional. Tahun 2015, dilaporkan terdapat 62 start up Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah.

Omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada Tahun 2015 dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag, 2015). Jika tren ini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat. Tentu, dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai bisnis online tersebut, para pemuda Indonesia harus berada pada posisi sebagai produsen bukan sekedar sebagai konsumen.

Selain pencapaian di bidang teknologi informasi, Indonesia  juga punya anak-anak muda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said, 27 tahun asal Malang Jawa Timur yang berhasil mencuri perhatian Pangeran Charles Inggris atas inovasi Asuransi Bank Sampahnya.

Dengan sederetan keberhasilan dan kesuksesan anak-anak muda Indonesia, seperti pernyataan Menko Polhukam, Indonesia bisa Berjaya!

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Polhukam Ajak Generasi Muda Majukan Indonesia