BeritaDeputi VII Bidkor Kominfotur

Edukasi Kunci Efektif Cegah Terjadinya Kebocoran Data

Edukasi Kunci Efektif Cegah Terjadinya Kebocoran Data
#KemenkoPolhukam 

Polhukam, Jakarta – Aspek edukasi merupakan kunci paling efektif dalam usaha mencegah terjadinya kebocoran data dalam mengakses internet. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki kesadaran, kepedulian dan kemampuan untuk mengelola data dan informasi.

“Dengan demikian, resiko-resiko atas kebocoran data yang terjadi selama ini dapat diminimalisir,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur, Marsekal Muda Rus Nurhadi Sutedjo dalam acara Sosialisasi Kesadaran Keamanan Informasi dengan tema Bijak Berinternet untuk Keamanan Data di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia tumbuh 10,12 persen dari tahun sebelumnya. Data tersebut diambil selama periode Maret sampai 14 April 2019.

Dari total populasi Indonesia sebanyak 264 juta jiwa, ada 17,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet. Sebanyak 24,7 persen mengatakan komunikasi lewat pesan adalah alasan utama menggunakan internet, sosial media mencapai 18,9 persen, mencari informasi terkait pekerjaan 11,5 persen, dan belanja online 0,9 persen.

“Penetrasi internet yang mencapai angka luar biasa ini sayangnya tidak diimbangi oleh pengetahuan pengguna internet terhadap bahaya dan ancaman yang mengintainya. Kasus kebocoran data pun seringkali terjadi, bahkan beberapa perusahaan tak pernah berhenti setiap harinya demi membobol sistem atau bahkan mencuri data pribadi pelanggan,” kata Rus Nurhadi.

Tahun 2018, sebanyak 380 ribu data pribadi dan nomor kredit pelanggan British Airways dilaporkan telah dicuri dari situs dan aplikasi mobile maskapai tersebut. Sedang di tahun 2019, Google Plus terpaksa menutup layanannya dikarenakan adanya dugaan kebocoran data sebanyak 500 ribu pelanggan. Kasus-kasus ini menjadi catatan panjang dari maraknya pencurian data yang dilakukan oknum tertentu untuk kepentingan mereka.

“Karenanya, saya mendukung kegiatan semacam ini, sehingga tumbuh kesadaran akan keamanan data dan informasi, baik yang berhubungan dengan data pribadi maupun data-data kedinasan di kalangan pejabat dan pegawai Kemenko Polhukam. Dari rasa kesadaran itulah maka timbul suatu aksi bagi perlindungan data pribadi dan kedinasan,” kata Rus Nurhadi.

Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenko Polhukam, Nizhamul mengatakan tujuan dilaksanakan acara ini untuk memberikan pengetahuan tentang ancaman dan bahaya berinternet di kalangan pegawai Kemenko Polhukam serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap security awareness untuk memberikan perlindungan data pribadi dan pemerintah.

Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara serta dosen dari IPB. “Kami berharap dengan adanya acara ini dapat merubah kebiasaan perilaku pegawai untuk melindungi data pribadi dan institusi,” kata Nizhamul.

Biro Hukum, Persidangan dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel