Berita

Kemenko Polhukam dan Kemenkominfo Beri Pencerahan Medsos Pada ASN BKN Kanreg Sulsel

Kemenko Polhukam dan Kemenkominfo Beri Pencerahan Medsos Pada ASN BKN Kanreg Sulsel
#KemenkoPolhukam 

Polhukam, Makassar – Kementerian Koordinator Bidan Politik Hukum dan Keamanan (KEMENKO POLHUKAM), bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENKOMINFO), menyelenggarakan Pelatihan Literasi Media Sosial dan Sosialisasi Tim Sinergi Media Sosial Aparatur Negara (SIMAN) di Lingkungan Kantor Regional (KANREG) IV BKN di Makassar. Acara berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/10/2019).

“Menindaklanjut arahan Presiden RI tetang Penanganan Informasii Media Sosial, pada tanggal 18 Agustust 2017 Kemenko Polhukam sesuai dengan fungsi dan peranannya membentuk Tim SIMAN Pusat”. Ujar Marsekal Muda Rus Nurhadi Sutedjo, Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Kemenko Polhukam yang juga sebagai Ketua Siman Pusat. “Fungsi SIMAN adalah meningkatkan sinergisitas Kementrian Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah terutama aparaturnya dalam memanfaatkan Media Sosial, dan mendiseminasikan kinerja Pemerintah , sekaligus meluruskan berita “negative” (hoax dan ujaran kebencian)”, lanjutnya.

Rus mengatakan kepada media, bahwa dengan adanya pelatihan Ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan Aparatur Negara (ASN, TNI dan POLRI) dalam penggunaan media sosial yang mendukung komunikasi kebijakan kinerja pemerintah secara massif dan inovatif. Turut hadir sebagai narasumber, M Fariza Y Irawady Ketua Tim Pakar SIMAN Pusat yang menyampaikan ingatan dari Presiden Jokowi bahwa Aset terbesar bangsa ini adalah Persatuan dan Kesatuan Bangsa , dan medsos dapat berpotensi ganda yaitu ikut menjaga agar persatuan ini tetap terjaga namun juga berpotensi merusak persatuan, seraya menjelaskan gejolak di negara Timur Tengah diawali dari peperangan di medsos yg sangat memecah belah.

Mewakili Badan Kepegawaian Negara RI, Muhammad Ridwan, Kepala Biro Humas BKN RI mengatakan “Siapapun Pemerintahnya, Kalaupun sudah melalui pemilihan sesuai konstitusi dengan baik dan benar, maka wajib untuk ditaati dan dituruti”. ASN tidak boleh memaki pemerintah, karena bertentangan dengan sumpah ASN saat pertama kali pengangkatan.” Senada dengan Ridwan, narasumber ketiga. Selamatta Sembiring, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Informasi Publik Kemenkominfo menyampaikan, bahwa tidak mungkin bangsa yang besar ini menjadi besar, kalau pemimpinnya berpikiran sempit, penyelenggara negara, tidak boleh berfikiran sempit.

“ Kalau kita di feeding kekerasan terus menerus, makan kita akan menjadi sosok yang keras, maka dari itu kita perlu penyaringan yang jernih. “Kita adalah apa yang kita konsumsi ”, tutur Selamatta. Nara sumber lain dari Tim SIMAN, Wahyu Agung Permana menambahkan. “Potensi ASN sebanyak 4,35 juta harus dioptimalkan untuk menunjukan pelayanan dan wajah terbaik bagi rakyat Indonesia dan kita harus memanfaatkan potensi Medsos didalamnya.” Kepala BKN IV Makassar. Harun Arsyad, SH, mengaku sangat bangga Kanreg IV BKN di Makassar dapat menjadi salah satu destinasi Pelatihan SIMAN, karena memberi manfaat besar bagi jejaring para ASN kedepannya.

Pelatihan ini berjalan dengan dinamis yang ditandai dengan interaktivitas dan antusiasme peserta dalam memberikan pertanyaan kritis yang konstruktif. Acara yang juga dihadiri perwakilan Kodam XIV Hassanudin, Lantamal VI Makassar dan Polda Sulawesi Selatan ini memiliki konsep berbeda dari pelatihan lainya, karena menerapkan praktik langsung dan simulasi diseminasi informasi secara langsung untuk mencapai viralisasi maksimal.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel