BeritaMenko Polhukam

Menko Polhukam Minta Para Prajurit Tak Perlu Khawatir Terkait Dugaan Korupsi di Asabri

Menko Polhukam Minta Para Prajurit Tak Perlu Khawatir Terkait Dugaan Korupsi di Asabri
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No : 10/SP/HM.01.02/POLHUKAM/1/2020

Polhukam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD meminta para prajurit, TNI dan Polri tidak usah gundah terkait adanya dugaan kasus korupsi di PT Asuransi Sosial Angkata Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero). Dikatakan, negara menjamin atau negara sekarang berkesimpulan bahwa untuk jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan pensiun dan sebagainya masih stabil.

“Artinya dari dana yg melorot jauh itu, sisanya itu masih menjamin mereka dan ini akan diselesaikan secara baik. Penyelesaian secara baik itu tentu dari Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, tapi juga ada secara baik hukum juga akan berjalan kalo itu ada (penyelewenangn),” ujar Menko Polhukam Moh. Mahfud MD usai melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Menurut Menko Polhukam, jika sudah terkait dengan benar atau salah, prosedur atau salah, maka nanti biar hukum yang berjalan. Ia juga akan berbicara dengan Polri karena Polri yang menangani.

Baca juga:  Tingkatkan Keamanan Informasi Nasional, Deputi VII Kominfotur Laksanakan FGD Merevival Kedaulatan Telekomunikasi

“Polri itu punya anggota 600 ribu orang di dalam jaminan Asabri, tentara kira-kira 350 ribu. Jadi sekarang ditangani, jangan khawatir, sesuai dengan aturan. Tidak ada seorang pun yang boleh melakukan korupsi dan tidak ada seorang pun yang menuduh sembarangan korupsi, harus fair. Oleh sebab itu kita biarkan hukum berjalan,” kata Menko Polhukam Moh. Mahfud MD.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa keadaan keuangan di Asabri stabil. Namun, jika ada penyelewengan penurunan aset karena salah investasi maka akan ada prosesnya sendiri.

“Ya biar itu kan berjalan sesuai dengan aturannya. Dan tentu domain hukum bukan di kementerian BUMN, tapi kalo kami kan lebih ke korporasinya,” kata Erick.

Ia mengatakan saat ini operasional di Asabri berjalan baik. Ditegaskan, sesuai dengan statement Presiden bahwa untuk kasus Jiwasraya Presiden ingin memastikan nasabah terjamin dan tentu untuk Asabri sendiri Presiden sudah menyampaikan bahwa untuk prajurit, Polri semua berjalan dengan baik.

“Jadi tidak usah ada isu yang lain, isunya antara operasional berjalan baik, tapi kalau ada misalnya penyelewenangn itu proses hukum seperti yang ada di Jiwasraya,” kata Erick Thohir.

Baca juga:  Tiga Tahun Berjalan, Satgas Saber Pungli Lakukan 7.439 OTT

Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel