Menko PolhukamBerita

Kunjungi Lapas Pasuruan, Menko Polhukam: Menggembirakan Sekaligus Memprihatinkan

Dibaca: 0 Oleh Minggu, 2 Mei 2021Tidak ada komentar
Kunjungi Lapas Pasuruan, Menko Polhukam: Menggembirakan Sekaligus Memprihatinkan
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No: 73/SP/HM.01.02/POLHUKAM/5/2021

Polhukam, Pasuruan – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Moh. Mahfud MD melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Pasuruan, Minggu (2/5/2021). Dalam kunjungan tersebut, Menko Polhukam menyebut ada hal menggembirakan yang dia temui yakni efektifnya perubahan konsep penjara menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Namun Mahfud MD juga sekaligus menemui hal memprihatinkan berupa jumlah penghuni lapas yang empat kali dari kapasitas normal.

Menurut Menko Polhukam, diubahnya konsep penjara menjadi Lapas cukup berhasil, setidaknya terlihat di Lapas Pasuruan ini. Dulu, kata Mahfud MD, penjara memiliki kesan yang identik dengan tempat penyiksaan. Namun berbeda dengan Lapas yang membuat orang di dalamnya bisa kreatif dan kembali ke masyarakat nantinya dengan baik.

“Saya lihat tadi di sini banyak karya-karya yang bisa dibuat dari dalam Lapas yang nanti bisa jadi bekal kalau mereka keluar, untuk terus bekerja, untuk terus kreatif, hidup sebagai masyarakat biasa. Ada pertanian, ada pembuatan tempe, dan sebagainya. Itu bagus sekali dan itu memang tujuan kita mengubah penjara menjadi Lapas,” kata Mahfud MD.

Baca juga:  Penyediaan Jaringan Internet di Daerah 3T

Terkait hal memprihatinkan yang dia temui berupa kelebihan penghuni Lapas, kata Menko Polhukam, ini sama dengan rata-rata Lapas di daerah lain di Indonesia. Hampir semua Lapas melebihi kapasitas yang tersedia. Misalkan, kata Mahfud, sebuah kamar yang dalam kondisi normal diisi oleh lima orang bisa sampai diisi tiga puluh bahkan empat puluh orang.

“Sudah lama ini jadi perbincangan terus di tingkat pemerintah, di DPR, tentang kapasitas Lapas itu yang hampir semuanya melebihi kapasitas yang tersedia, seperti di sini kapasitasnya sekitar 200 tapi yang isinya 800 lebih, empat kali lipat,” kata Menko Polhukam.

Sebagai solusinya, tutur Mahfud MD, Lapas Kelas IIB Pasuruan ini akan menjadi pilot project untuk program pembenahan Lapas. Nantinya, Lapas Pasuruan ini akan direlokasi dan dibuat terintegrasi. Isinya, ada tempat rehabilitasi hingga pesantren. “Suasananya juga bisa lebih nyaman, Insya Allah tahun ini sudah mulai perencanaannya,” kata Menko Polhukam.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Reynhard Silitonga mengatakan, pihaknya akan mengusulkan anggaran terkait program tersebut. Terkait estimasi jumlahnya, akan melihat dulu desain Lapas baru.

Baca juga:  Rakyat Terlibat dalam Kesuksesan Penanganan Terorisme

Di sisi lain, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf sudah memiliki rencana untuk bangunan lama Lapas ini jika lokasinya sudah dipindahkan. “Kalau sudah direlokasi dengan tanah Pemkot, Lapas ini bisa jadi museum karena ini termasuk heritage,” tutur Wali Kota yang karib disapa Gus Ipul tersebut.

Humas Kemenko Polhukam RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel