BeritaDeputi III Bidkor Kumham

Puluhan Perwakilan Suporter se-Indonesia Beri Masukan ke TGIPF Kanjuruhan

Dibaca: 117 Oleh Thursday, 6 October 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 10 06 at 8.31.09 PM
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No: 160/SP/HM.01.02/POLHUKAM/10/2022

Sekitar 30 perwakilan dari berbagai kelompok suporter klub sepak bola Indonesia datang utk bertemu dengan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) pada Kamis (6/10) Sore. Mereka datang untuk memberikan masukan kepada tim. Perwakilan suporter ditemui oleh anggota TGIPF, Kurniawan Dwi Yulianto dan Akmal Marhali, serta Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Sugeng Purnomo, selaku Ketua Tim Sekretariat TGIPF.

Pada kesempatan pertemuan ini beberapa perwakilan supporter mengapresiasi atas perhatian Presiden membentuk Tim untuk menuntaskan kasus ini, dan menitipkan pesan agar TGIPF bekerja maksimal agar kasus ini diungkap secara jelas.

Perwakilan suporter yang datang diterima TGIPF antara lain; Bonek, Banaspati Jabodetabek, Balad Galuh Ciamis, K-Conk Mania, Persikabo, FDSI, Bombastik Batavia, SNEX Banten, Persija, dan Save Indonesia Football.

Kemarin dan hari ini sebagian besar tim TGIPF sudah berada di lapangan, tersisa 3 anggota tim di Jakarta untuk menangani sejumlah sumber yang ada di Jakarta. Tim TGIPF juga sudah dijadwalkan bertemu dengan Aremania di Malang.

Dalam pertemuan, Mimit dari supporter K-Conk Mania Madura mengatakan, “Harapan kami besar, karena sudah sering suporter meninggal sia-sia. Kami minta tim bekerja dengan penuh hati dan sungguh-sungguh serius.”

Kemudian, Chozin, ketua umum Balad Galuh Ciamis juga menaruh harapan ke Tim TGIPF, ia mengatakan, “Agar perkara ini segera diungkap secarq jelas agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Kurniawan Dwi Yulianto menanggapi dengan mengatakan, “Ini semua masukan akan menjadi catatan untuk dibahas di tim, dan saya menekankan bahwa concern saya terlibat di tim ini adalah agar regulasi ditegakkan dan dijalankan.”

Sedangkan anggota TGIPF Akmal Marhali mengatakan, “Kita tidak akan seperti pencari fakta sebelumnya, karena kita ditetapkan oleh Presiden, kita semua membawa negara, sehingga mengabaikan amanat negara jika kita tidak bekerja sungguh-sungguh.”

Akmal juga menggarisbawahi bahwa sebagaimana disampaikan oleh Menko Polhukam selaku ketua tim pada rapat pertama TGIPF, bahwa tim harus mengungkap masalah tidak hanya yang dipermukaan tapi hingga akarnya. (*)

Terkait

Kirim Tanggapan