Berita

Menko Polhukam: Jihad itu Membangun Martabat Kemanusiaan

Dibaca: 26 Oleh Wednesday, 31 August 2022September 5th, 2022Tidak ada komentar
Kemenko Polhukam RI
#KemenkoPolhukam 
SIARAN PERS No.124/SP/HM.01.02/POLHUKAM/8/2022
Menteri Koordinator Bidang Pokitik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan Jihad sejatinya adalah membangun martabat kemanusiaan. Menjaga akhlak, berprilaku baik dan menghargai perbedaan juga merupakan jihad.
Hal ini ditegaskan Mahfud, saat memberi pengarahan dalam acara Kick Off Kongres Mujahid Digital yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (31/8).
“Mujahid adalah pejuang. Jihad itu jangan diartikan sempit. Jihad tidak hanya bermakna perang fisik. Jihad bukan hanya mengangkat pedang,” papar Mahfud MD yang juga Majelis Musytasar di MP3I atau Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia ini.
Menurut Mahfud, jihad bukan mengangkat pedang mengejar orang hingga ketakutan, atau menganiaya orang sambil berteriak Allahu Akbar.
“Kalau kamu punya kepedulian tinggi untuk membangun kebaikan bagi masyarakat, itulah jihad,” tambah Mahfud.
Dengan demikian, kalau berpedoman pada jihad fisabilillah adalah membangun martabat kemanusiaan.
“Intinya martabat kemanusiaan harus kita jaga. Oleh sebab itu membangun kebaikan. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, harus dilindungi hak asasinya,” ujar Mahfud.
Dalam kesempatan ini, Mahfud berpesan, jika ingin menjadi mujahid digital harus berpedoman pada menjaga martabat kemanusiaan, yaitu membangun kebaikan.
Kongres Mujahid Digital yang digelar Majelis Ulama Indonesia ini, diikuti oleh pegiat media sosial dan dilegasi MUI dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS, menjelaskan target dari Kongres Mujahid Digital ini adalah menguatkan nilai-nilai Islam moderat (Wasathiyah) melalui para penggiat media sosial dan berbasis teknologi digital.
“Jejaring itu sudah terbentuk secara nasional, baik via struktur MUI daerah maupun non struktural MUI seperti kampus, ponpes dan aktifitis medsos lainnya. Mereka telah dikonsolidasi sejak 2021 via forum workshop,” jelas Mabroer.
Selain itu, menurut Mabroer, Kongres Mujahid Digital tersebut memanfaatkan perkembangan digital sebagai basis perjuanga atau jihad untuj menjadikan Islam moderat sebagai mainstreaming nilai-nilai keagamaan di dunia maya, agar nitizen makin kaya denga literasi keagamaan yg moderat, bukan radikal dan ekstrimisme.
Mayoritas muslim moderat, lanjut Mabroer, harus menjadi muslim yg aktif berjihad di dunia virtual, bukan silent mayority.
“Selain itu, target dari kegiatan ini adalah membangun plafon bersama melalui mobile app khusus yang menjadi ruangan bersama untuk membangun isu, gerakan dan jaringan Islam moderat di dunia digital,” pungkasnya. (*)
Baca juga:  Pemerintah Fasilitasi Hak Warga Untuk Bela Negara

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel