Menko PolhukamBeritaDeputi II Bidkor Polugri

Sambangi WNI di Malaysia, Menko Polhukam Tekankan Jaga Martabat Indonesia di Luar Negeri

Dibaca: 86 Oleh Tuesday, 8 November 2022Tidak ada komentar
malay1
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No. 181/SP/HM.01.02/POLHUKAM/11/2022

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD meninjau pelayanan perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, bagi warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami masalah di Malaysia. Pada kesempatan ini, Menko Mahfud mengakui bahwa masih ada sejumlah warga negara Indonesia yang bermasalah di luar negeri.

“Saat ini, masih ada WNI yang bermasalah di luar negeri. Pemerintah telah memilih pejabat yang peduli dalam membantu WNI,” ujar Menko Polhukam didampingi Dubes RI di Kuala Lumpur, Hermono dan Deputi Bidang Koordinasi Luar Negeri Kemenko Polhukam, Rina Soemarno.

Dalam pertemuannya dengan WNI yang sedang dalam perlindungan KBRI maupun perwakilan WNI yang bekerja di Kuala Lumpur, Menko Polhukam menekankan pentingnya menjaga martabat bangsa.

“Martabat Indonesia di luar negeri mesti dijaga bersama-sama oleh semua Warga Negara Indonesia,” tambah Mahfud.

Dalam dialog yang difasilitasi oleh KBRI, para WNI menyampaikan apresiasi kepada Menko Polhukam untuk penyelesaian kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, serta KBRI Kuala Lumpur yang dianggap egaliter dan berpihak kepada WNI.

Sementara itu, kepada Menko Mahfud, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan oleh KBRI Kuala Lumpur dalam rangka melindungi WNI.

“Tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi kemanusiaan,” papar Hermono sembari mengajak Menko Polhukam Mahfud MD mengunjungi shelter perlindungan WNI yang mengalami masalah di Malaysia.

Mahfud mengunjungi negeri jiran Malaysia sebagai destinasi pertama sebelum melanjutkan perjalanan pada hari Rabu (9/11) besok ke Phnom Penh, Kamboja, untuk menghadiri KTT ASEAN ke-40 dan 41, dimana Indonesia akan menerima kepercayaan sebagai Ketua ASEAN yang baru. (*)

Terkait

Kirim Tanggapan