BeritaDeputi V Bidkor Kamnas

Memasuki Musim Kemarau, Menko Polhukam: Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Dibaca: 27 Oleh Thursday, 28 July 2022Tidak ada komentar
karhutla4
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No. 101/SP/HM.01.02/POLHUKAM/8/2022

Polhukam, Jakarta – Memasuki musim kemarau yang akan berlangsung hingga Oktober 2022, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta semua daerah siap siaga dan meningkatkan usaha untuk melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Saya meminta kepada seluruh Kementerian, Lembaga, Panglima TNI dan Kapolri, Kepala Daerah, Pangdam, Danrem, Kapolda dan Manggala Agni dan stakeholder atau perusahaan serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling bahu membahu dalam upaya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan,” jelas Menko Polhukam dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Penanggulangan Karhutla 2022, Kamis (28/7/2022).

Menko Polhukam meminta untuk meningkatkan dan efektifkan upaya peringatan dan deteksi dini Karhutla dengan menggerakan potensi sumber daya yang ada di wilayah masing-masing.

“Khusus bagi BRIN agar dapat menyediakan data pantauan satelit baik hotspot maupun citra pendukungnya tanpa biaya bagi lembaga pemerintah sesuai dengan ketentuan undang-undang. Prioritaskan upaya pencegahan dengan pelibatan unsur-unsur satuan wilayah, aparat daerah, stakeholders, masyarakat pada tingkat desa,” tambahnya.

Selain itu, Menko Polhukam juga menyampaikan untuk mengoptimalkan pemadaman secara efektif dan efisisen, padamkan sesegera mungkin, jangan biarkan api membesar. Pemadaman udara juga harus bisa memberikan dukungan kepada pemadaman darat.

“Penegakan hukum selama 4 tahun terakhir sudah cukup baik, agar terus ditingkatkan. Kerjasama antara penegak hukum (agar membawa efek jera dengan sanksi tegas berupa sanksi administratif, perdata dan pidana kepada para pembakar hutan dan lahan,” ungkapnya.

Menko Polhukam mengingatkan bahwa 4 tahun terakhir telah dilalui dengan baik, berhasil menekan tingkat kejadian karhutla, menurunnya penderita penyakit yang diakibatkan oleh asap akibat karhutla. Tidak ada angkutan udara, laut dan atau darat yang tertunda atau dibatalkan karena adanya asap akibat karhutla dan tidak terjadi asap lintas batas ke negara tetangga.

Humas Kemenko Polhukam

Terkait

Kirim Tanggapan