Berita

TGIPF Kantongi Beberapa Barang Bukti dan Mendapat Informasi Penting dari Tim Gabungan Aremania

Dibaca: 74 Oleh Monday, 10 October 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 10 10 at 9.44.46 AM
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS NO. 165/SP/HM.01.02/POLHUKAM/10/2022

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) mendapatkan berbagai informasi penting dari para suporter, antara lain dari Aremania yang tergabung dalam Tim Gabungan Aremania.

Tim Gabungan Aremania yang bermarkas di kantor KNPI di Jalan Kawi, Kota Malang, Jawa Timur ini menyampaikan harapan dan tuntutan kepada TGIPF yang diterima langsung oleh dua anggota TGIPF yaitu Anton Sanjoyo dan Akmal Marhali, (8/10).

“Kepada TGIPF teman-teman Aremania ramai-ramai menyampaikan kesaksian mereka secara bergantian dari berbagai tribun, juga tuntutan kepada penyelenggara kompetisi,” ujar Akmal Marhali.

Usai menghimpun berbagai kesaksian dari Tim Gabungan Aremania, Anggota TGIPF Akmal Marhali didampingi salah satu anggota Aremania menemui beberapa korban dan saksi mata tragedi Kanjuruhan yang masih hidup.

“Saat bertemu dengan para saksi dan korban, berbagai alat bukti penting kami dapatkan, ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen,” ucap Akmal Marhali yang juga Save Our Soccer ini.

Saat menemui beberapa korban, Akmal mendengar kesaksian luka pada korban, mata korban mulai dari menghitam kemudian memerah, kemudian ada yang masih merasakan dada sesak.

Akmal menilai, rawat kontrol para korban harus juga menjadi perhatian semua pihak, termasuk efek trauma dan psikologis para korban, baik yang mengalami luka berat, sedang maupun yang luka ringan.

Beberapa hari di Jawa Timur, selain bertemu korban dan sakti mata, TGIPF sudah berhasil bertemu dengan semua unsur pengamanan terkait. Baik dari unsur kepolisian, Brimob, kemudian unsur Panitia Pelaksana di lapangan, unsur dari steward, dari security officer dan juga unsur-unsur TNI.

Selain itu, tim juga sempat melihat lokasi terjadinya tragedi di stadion Kanjuruhan. Khususnya beberapa pintu yang paling banyak menelan korban. berbagai rekaman CCTV, selongsong gas air mata yang ditemukan di lapangan juga sudah diterima oleh TGIPF yang akan jadikan sebagai barang bukti, dan kemudian diolah oleh tim. (*)

Kirim Tanggapan