Sejarah

Tedjo Edhy Purdijatno 2014-2015

Tedjo Edhy Purdijatno 2014-2015

Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 20 September 1952; umur 63 tahun[1]) adalahMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015. Tedjo juga pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) periode 2008-2009. Setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X mengundurkan diri dari organisasi massa (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin), Tedjo Edhy Purdijatno ditunjuk untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Selanjutnya ia ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum organisasi massa (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem). Pendidikan dan karier[sunting | sunting sumber] Tedjo menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 21 tahun 1975. Selain itu pendidikan militer lainnya yang pernah diikuti adalah Kursus Perwira Remaja, Dikbang ABRI, Sus Prostis, Diklapa 2, Seskoal Angkatan 29, Sesko ABRI,dan Lemhanas KRA 34. Tedjo Mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hangtuah Surabaya di tahun 2001. Karier[sunting | sunting sumber] Dalam karier militernya, Tedjo pernah selama 14 tahun mengabdi di Satuan Udara. Kemudian mulai tahun 1982 bertugas di KRI, antara lain, sebagai Palaksa KRI Teluk Penyu (513) Satuan Amfibi Armatim. Kemudian Komandan KRI Teluk Lampung (540) Satlinlamil Surabaya, Komandan KRI Teluk Semangka (512) Satfib Armatim, dan Komandan KRI Multatuli (561) Satfib Armatim.[1] Selanjutnya Tedjo Edhy ditugaskan di Mabes AL sebagai Paban VI Binkuat Sopsal Kasal Mabesal, Komandan Satfib Armatim, Asrena Mako Armatim, Kapok Sahli A Kasal Bidang Wilnas, Komandan Guskamla Armabar, Kepala Staf Koarmatim, Wakil Komandan Seskoal. Lalu Sahli Tingkat III bidang Hubintek Mabes TNI,…

Read more

Djoko Suyanto 2009-2014

Djoko Suyanto 2009-2014

Nama: Marsekal TNI AU Djoko Suyanto, S.IP Lahir: Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950 Jabatan: Panglima TNI (Dilantik 13/2/2006) Marsekal TNI Djoko Suyanto Mantan Panglima TNI Jakarta 13/02/06: Presiden Yudhoyono melantik Marsekal TNI Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jend Endriartono Sutarto di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2006). Selain itu, Presiden juga melantik Marsdya TNI Herman Prayitno menjadi Kepala Staf TNI AU menggantikan Djoko Suyanto. Kemudian ia digantikan Jend. Djoko Santoso, sebagai Panglima TNI, Jumat (28/12/2007). Marsekal TNI Djoko Suyanto Komisi I Setuju Jadi Panglima TNI Jakarta 02/02/06: Marsekal TNI Djoko Suyanto disetujui secara aklamasi oleh Komisi I DPR-RI menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI AD Endriartono Sutarto. Komisi I menyatakan Djoko lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan yang cukup alot dan panjang. Dengan persetujuan Komisi I ini, Djoko hanya menunggu pengesahan di Rapat Paripurna DPR untuk menjabat Panglima TNI. Djoko Suyanto Perwira AU Pertama Jadi Panglima TNI Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Djoko Suyanto telah diajukan Presiden SBY kepada DPR sebagai calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang masa jabatannya sudah tiga kali diperpanjang. Kepastian pencalonan Marsekal Djoko Suyanto tertuang dalam surat Presiden kepada Ketua DPR yang dikirim Minggu (15/1) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Djoko Suyanto Calon Tunggal Panglima TNI Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Djoko Suyanto telah diajukan Presiden SBY kepada DPR sebagai calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang masa jabatannya sudah tiga kali diperpanjang. Kepastian pencalonan Marsekal Djoko Suyanto tertuang dalam surat Presiden…

Read more

Widodo AS 2004-2009

Widodo AS 2004-2009

Nama : Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sucipto Lahir: Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944 Agama: Islam Isteri: Sri Murniati SE Jabatan: Panglima TNI 1999-2002 Pendidikan: :: Akademi Angkatan Laut Angkatan XIV (1968) Karir: :: Perwira Senjata di KRI Irian (1968). :: Komandan KRI Monginsidi (1986) :: Komandan KRI Ki Hajar Dewantara (1988) :: Komandan KRI Abdu Halim Perdanakusuma (1989) :: Kepala Staf Armada RI Kawasan Barat (1994-1995) :: Panglima Armada RI Kawasan Barat (1955). :: Kepala Staf Angkatan Laut. Wakil Panglima TNI :: Panglima TNI 1999-2002 :: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009 Prioritas Atasi Konflik & Teroris Lama tidak tampil di depan publik, pensiunan Laksamana TNI-AL Widodo Adi Sucipto dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memegang pos Menko Politik, Hukum dan Keamanan. Prioritasnya menangani konflik dan terorisme. Prioritas lain, menyelamatkan sumber daya alam, komoditi hutan dan laut, dari pencurian. Untuk meningkatkan koordinasi penanganan dan pemberantasan terorisme, Widodo membentuk sebuah badan tingkat domestik yang akan mengatur langkah-langkah operasional, termasuk payung hukum dan pendayagunaan aparat intelijen. Juga dibutuhkan dukungan dari publik untuk mengatasi aksi-aksi teror. Widodo lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944. Dia menamatkan ABRI-AL tahun 1968. Satu-satunya Laksamana Angkatan Laut yang menjabat Panglima TNI (1999-2002). Ketika menjabat Panglima TNI, Widodo melihat berkecamuknya konflik yang dipicu oleh perbedaan kepentingan antar kelompok. Kepentingan kelompok sangat mengemuka mengalahkan kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, tiada hari adu pendapat untuk tujuan memenangkan kelompok sendiri. Untuk keluar dari krisis, kata Widodo, bangsa ini harus mempererat rasa kebersamaan. Dengan demikian tidak ada persoalan…

Read more

Hari Sabarno 2004-2004

Hari Sabarno 2004-2004

Nama: Letjen TNI (Purn) Hari Sabarno Lahir: Solo, Jateng, 12 Agustus 1944 Agama: Islam Isteri: RA Dewi Margawati Anak: Vina S Priamsari dan Fery Indrayudha Pendidikan: – Akademi: AMN 1967 – S1: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 1994 – S2: Magister Manajemen 1998 Pekerjaan: Menko Polkam Ad Interim (12 Maret 2001 – 2004) Menteri Dalam Negeri Kabinet Gotong Royong 2001-2004 Anggota DPR (1999-2004) Fraksi TNI/Polri Penghargaan: “The Best Executive Award” Reformasi 1999, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya dan Pratama serta Bintang Mahaputra Adhipradana. Alamat Kantor: Jalan Medan Merdeka Utara No.7, Jakarta 10110 Telepon (021) 3842222 -3450038 pes 2212 Fax (021) 38112221 Alamat Rumah: Jalan Denpasar Raya Blok C III No.2, Kuningan, Jakarta Mencegah Disintegrasi Bangsa Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno ditunjuk Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menko Polkam ad interim, Jumat 12 Maret 2003, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang sehari sebelumnya mengajukan permohonan undurkan diri. Presiden mengangkat Hari Sabarno karena yang bersangkutan dinilai cakap dan memahami tugas Menko Polkam. “Beliau pejabat di lingkungan polkam yang paling senior. Dan, dari penilaian presiden, beliau cakap untuk tugas itu,” kata Menteri Sekretaris Negara Bambang Kesowo dalam jumpa pers di Sekretariat Negara, Jumat malam. Penunjukan itu ditetapkan dalam surat Sekretaris Negara kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno tertanggal 12 Maret 2004. “Keputusan itu telah diberitahukan kepada Mendagri,” paparnya. Sebagai Menteri Dalam Negeri, ia melihat tantangan ke depan adalah adanya gejala disintegrasi melalui gerakan yang halus sampai terbuka. Harus dipelajari kedalamannya apakah murni kepingin merdeka sendiri atau hanya sebagai satu move karena rasa…

Read more

Susilo Bambang Yudhoyono 2000-2001

Susilo Bambang Yudhoyono 2000-2001

Nama : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949 Agama : Islam Istri : Kristiani Herawati, putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo Anak : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono Ayah: Letnan Satu (Peltu) R. Soekotji Ibu: Sitti Habibah Pangkat terakhir : Jenderal TNI (25 September 2000) Pendidikan: = Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973 = American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976 = Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976 = Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 = On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983 = Jungle Warfare School, Panama, 1983 = Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984 = Kursus Komando Batalyon, 1985 = Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989 = Command and General Staff College, Fort = Leavenwort,Kansas, AS Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS Karier: – Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976) – Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977) – Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977) – Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978) – Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981) – Paban Muda Sops SUAD (1981-1982) – Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985) – Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) – Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988) – Dosen Seskoad (1989-1992) – Korspri Pangab (1993) – Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994) – Asops Kodam Jaya (1994-1995) – Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) – Chief Military Observer United Nation Peace…

Read more

Soerjadi Soedirdja 2000-2000

Soerjadi Soedirdja 2000-2000

Nama: Soerjadi Soedirdja (Letnan Jenderal Purn) Lahir: Jakarta, 11 Oktober 1938 Pendidikan: – Akademi Militer Nasional (1962) – Seskoad (1974) – Pendidikan militer di Perancis (1974) – Seskogab (1979) – Lemhannas (1991) Karir: – Kasdam IV Diponegoro Jawa Tengah (1986-1988) – Pangdam Jaya (1988-1990) – Asisten Sospol ABRI (1990-1992) – Gubernur DKI Jakarta (1992-1997) – Menteri Dalam Negeri (1999-2001) – Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (2000-2001) Sedikit Bicara Banyak Bekerja Mantan Gubernur DKI Jakarta (1992-1997) Letnan Jenderal (Purn) Soerjadi Soedirdja seorang tokoh yang sedikit bicara tapi banyak bekerja. Dia berhasil membebaskan jalan-jalan di Jakarta dari beca dan membangun banyak fly over. Mantan Menteri Dalam Negeri (1999-2001) dan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (2000-2001), ini lahir di Jakarta pada 11 Oktober 1938. Di masa kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta, mantan Kasdam IV Diponegoro Jawa Tengah (1986-1988) dan Pangdam Jaya (1988-1990), ini berhasil membuat proyek pembangunan rumah susun, menciptakan kawasan hijau, dan juga memperbanyak daerah resapan air. Dia juga menggagas proyek kereta api bawah tanah (subway) dan jalan susun tiga (triple decker) namun belum terwujud. Namun pada masa kepemimpinan mantan Asisten Sospol ABRI (1990-1992) ini sebagai gubernur, terjadi Peristiwa 27 Juli 1996.

Read more

Wiranto 1999-2000

Wiranto 1999-2000

Nama: Wiranto Lahir: Yogyakarta, 4 April 1947 Agama: Islam Isteri: Hj. Rugaiya Usman, SH Ayah: RS Wirowijoto Ibu: Suwarsijah Pendidikan: Akademi Akademi Militer Nasional, lulus 1968 Sussar Para 1968 Sussarcab Infantri 1969 Susjur Dasar Perwira Intelijen 1972 Suslapa Infantri 1976 Suspa Binsatlat 1977 Sekolah Staf dan Komando TNI AD 1984 Lemhanas 1995 (Peserta Terbaik) Pangkat: Letnan Dua 1968 Letnan Satu 1971 Kapten 1973 Mayor 1979 Letkol 1982 Kolonel 1989 Brigjen TNI 1993 Mayjen TNI 1994 Letjen TNI 1996 Jenderal TNI 1997 Karir Militer: Korps Kecabangan Infantri 1968 Komandan Peleton Yonif 713 Gorontalo, Sulawesi Selatan Komandan Yonif 712 1982 Karo Tiknik Dirbang 1983 Kadep Milnik Pusif 1984 Kepala Staf Brigade Infanteri IX, Jawa Timur 1985 Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Kostrad, Jakarta 1987 Asisten Operasi Divisi II Kostrad, Jawa Timur Ajudan Presiden 1989-1993 Kasdam Jaya 1993-1994 Pangdam Jaya 1994-1996 Panglima Kostrad 1996-1997 Kepala Staf Angkatan Darat 1997-1998 Panglima ABRI 1998-1999 Menteri Menhankam/Pangab 1998 (Kabinet Pembangunan VII) Menhamkan/Pangab/Pang TMI 1998-1999 (Kabinet Reformasi Pembangunan-Habibie) Menko Polkam, 1999-2000 (Kabinet Persatuan Nasional-Gus Dur) Hobi: Menyanyi, Bulutangkis, golf, tenis lapangan Organisasi Olahraga: Ketua Umum Federasi Karatedo Indonesia (FORKI) Ketua Umum Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Janjikan Perlindungan HAM Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Salahuddin Wahid dideklarasikan sebagai calon presiden dan wakil presiden dari Partai Golongan Karya. Pasangan ini menawarkan lima agenda penyelamatan bangsa. Wiranto yang diterpa tuduhan terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kasus kerusuhan Mei 1998 dan Timor Timur berjanji akan menegakkan hukum dan perlindungan HAM. Wiranto berkeyakinan bahwa sinergi yang…

Read more

Feisal Tanjung 1998-1998

Feisal Tanjung 1998-1998

Feisal Tanjung (lahir di Tarutung, Sumatra Utara, 17 Juni 1939) adalah salah satu tokoh militer Indonesia. Nama Feisal Tanjung sebelumnya tidak masuk prediksi sebagai calon Panglima mengingat saat itu ada calon kuat lain, yakni Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar yang saat itu memegang jabatan KSAD. Feisal Tanjung merupakan salah seorang perwira ABRI yang memegang jabatan tertinggi tanpa melalui jenjang Kepala Staf, sebelumnya LB Moerdani juga melaju ke jabatan Pangab tanpa melalui jabatan tersebut. Nama Feisal mulai menjadi pembicaraan hangat setelah memimpin DKP (Dewan Kehormatan Perwira) untuk tragedi Santa Cruz di Timor Leste tahun 1991. Penunjukan Tanjung oleh Presiden Soeharto saat itu membuat heran banyak orang karena saat itu KSAD Edi Sudrajat tidak menyodorkan namanya sebagai calon ketua DKP. Hasil rekomendasi DKP yang paling nyata adalah pencopotan Mayjen Sintong Pandjaitan – salah satu perwira yang bersinar saat itu – dari jabatan Pangdam Udayana, juga diberhentikannya Brigjen Rudolf Warouw dari Panglima Komando Pelaksana Operasi Timor Timur. Saat menjabat Pangab, terjadi perbedaan friksi antara kubu Feisal Tanjung dan kubu HR Hartono ( KSAD ), juga adanya rumor penggolongan ABRI Hijau dan ABRI Merah Putih.

Read more

Soesilo Soedarman 1993-1998

Soesilo Soedarman 1993-1998

Nama: Soesilo Soedarman Tempat Tanggal Lahir:Maos, Cilacap, 10 November 1928 Wafat: Jakarta 18 Desember 1997 Jabatan: Menteri Koodinator Politik dan Keamanan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) Soesilo Soedarman pernah juga menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat berkedudukan di Washington DC dari 18 Februari 1986 hingga 11 April 1988.

Read more

Laksamana TNI (Purn) Sudomo 1988-1993

Laksamana TNI (Purn) Sudomo 1988-1993

Nama: Laksamana TNI (Purn) Sudomo Lahir: Malang, 20 Sep 1926 Jabatan Penting: Pangkopkamtib Menteri Tenaga Kerja 19 Maret 1983 – 22 Maret 1988 Ketua DPA Hobi: Menyelam dan Golf Organisasi: Ketua Umum PGI Ketua Umum Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia Menemukan Hidup Kembali Mantan Pangkopkamtib di era Soeharto ini mengaku di usia tuanya merasa terlahir kembali atau justru menemukan hidupnya kembali. Dia merasa lebih tenang dan khusyuk. ”Kalau orang lain berkata hidup dimulai umur 40 tahun, saya justru mulai umur 75 tahun,” kata Sudomo. Dia yang pernah murtad, kembali lagi pada keyakinannya semula. Bukan tanpa alasan bila penggemar olahraga golf ini berkata demikian. Dia mengaku hampir sebagian besar usianya dilalui dengan gundah dan gelisah. Salah satu penyebabnya karena sosok yang menghabiskan sebagian besar umurnya – 53 tahun di pemerintahan dengan berbagai jabatan -sebagai umaro ini pernah murtad. Itu semua menjadi penyebab jauhnya ketenangan dari hidupnya. ”Terus terang saja dan bukan rahasia umum, saya dulu kan murtad,” kata Sudomo sambil tertawa. ”Dan celakanya semua itu saya lakukan tanpa pikir panjang dan memberi tahu orang tua,” lanjutnya saat ditemui di kediamannya yang sejuk di Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu. Wajahnya berubah serius. Seiring waktu, Sudomo pun merindukan ketenangan hati dan kembali pada keyakinannya semula. ”Kasih sayang Allah pada hamba-Nya lebih luas daripada murka-Nya.” Sudomo merasakan betul makna ayat itu. Waktu membawanya ke kota kelahirannya, Malang. Saat itu, bertepatan 22 Agustus 1997, ia melihat Masjid Al Huda di kompleks Kostrad Malang. Hatinya tersentuh. Diapun memutuskan untuk kembali. ”Itu peristiwa luar biasa. Nama masjid itu sendiri…

Read more

SURONO REKSODIMEDJO 1983-1987

SURONO REKSODIMEDJO 1983-1987

Banyumas, Jawa Tengah, 6 September 1923 MULO SMA Sekolah Tinggi Olah Raga Kodokan Yudo Institute, Tokyo Seskoad, Bandung War College, Jerman Barat, The American Command and General Staff College, Forth Leavenworth, AS (1958) Dankie II Yon I, Cilacap (1945) Danyon IV, Cilacapp (1949) Danyon 402 Cilacap (1951) Perwira di Teritorium III, Jakarta (1952-1953) Kas Resimen Infantri 14 Jakarta (1953) Kas Resimen 15, Jakarta (1955) Hakim Perwira Pengadilan Tentara, Yogyakarta (1957) Dan GBN Teritorium IV (1957) Dosen SSKD II, Bandung (1958) Direktur Akademi Tehnik Angkatan Darat, Bandung (1959) Wakil Gubernur Militer AMN, Magelang (1961) Kas Kodam Diponegoro, Semarang (1961) Gubernur AMN, Magelang (1964-1966) Deputy I Operasi Menpangad (1966) Pangdam Diponegoro (1966) Pangkowilhan II Jawa Madura (1969-1973) KSAD (1973-1974) Wapangab (1978) Menko Kesra (1978-1983) Menko Polkam (1983-kini) Jalan Teuku Umar 5 Jakarta Pusat Telp: 348236 Jalan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat Jenderal purnawirawan ini memulai dinas militernya di zaman Jepang, sebagai anggota Peta. Pecah Revolusi Kemerdekaan, ia langsung menjadi komandan kompi, kemudian komandan batalyon. Dalam usia 28 tahun, Surono menjabat asisten KSAD. Pada 1983, ia menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), menggantikan M. Panggabean. Perawakannya yang atletis ditunjang oleh kebiasaannya berlatih judo. Penggemar olah raga sejak remaja, tamat SMA ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Olah Raga (STO). Malah, ia pernah mengikuti Institut Yudo Kodoka di Tokyo, Jepang. Kemudian, ”Karier militer mengantarkan saya masuk ke SSKAD di Bandung,” tuturnya. Hakim perwira untuk Yogyakarta, Semarang, dan Pekalongan ini berangkat ke Amerika Serikat, mengikuti Command and General Staff College, 1957. Setahun…

Read more

Maraden Panggabean 1978-1983

Maraden Panggabean 1978-1983

Nama: Maraden Panggabean Nama Lengkap: Jenderal TNI (Purn) Maraden Saur Halomoan Panggabean Lahir : Tarutung, Sumatera Utara, 29 Juni 1922 Meninggal: Jakarta, 28 Mei 2000 Agama: Kristen Protestan Isteri: Meida Seimima Tambunan Anak: Empat orang Pendidikan: = MULO = Sekolah Pegawai Tinggi Jepang = SMA: Militer Jepang = Latihan Chandradimuka, Bandung = INF off Adv. Course di AS (1957) = Seskoad Karir: = Kepala Schakelschool di Tarutung = Pelatih Militer di Sibolga (1945) = Kastaf BN I Res IV Div X Sumatera (1945-1949) = Kastaf Res Brigade Tapanuli = KMD Sektor IV/Sub Terr VII Sum-Ut (1950-1959) = KMD BN 104 Waringin TT I = Komandan Resor 5 TT II = Kastaf Koanda IT merangkap Hakim Perwira Tinggi Makassar = Panglima Mandala II = Wapangad (1966) = Panglima AD (1969) = Pangkopkamtib (1969) = Menteri Negara urusan Hankam merangkap Wapangab/Pangkopkamtib (1971) = Menhankam/Pangab Kabinet Pembangunan II (1974-1978) = Menko Polkam Kabinet Pembangunan III (1978-1983) = Ketua DPA (1983-1988) Kegiatan lain: = Anggota Dewan Pembina DPP Golkar (1973) = Ketua Dewan Pembina Golkar (1974-1978) = Wakil Ketua Dewan Pembina/Ketua Presidium Harian Dewan Pembina Golkar (1979-1988) = Ketua Penasihat Lembaga Permufakatan Adat dan Kebudayaan Batak-LPAKB (1985) = Pembina Yayasan Bina Bona Pasogit (1989-2000).

Read more