Menko PolhukamBeritaDeputi IV Bidkor Hanneg

Sambangi Tapal Batas di Laut Natuna, Menko Polhukam Himpun Banyak Masukan

Dibaca: 33 Oleh Rabu, 24 November 2021Tidak ada komentar
e
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No. 198/SP/HM.01.02/POLHUKAM/11/2021

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD menghimpun berbagai masukan dan persoalan yang ada di perbatasan negara bagian utara, khususnya perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menko Polhukam yang juga Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) didampingi Menteri dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Kepala BNPP, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Panglima Armada (Pangkoarmada) I, Gubernur Kepri dan Bupati Natuna, menegaskan bahwa sesuai arahan presiden akan terus merawat dan mempertahankan habis-habisan wilayah NKRI.

“Banyak yang kami peroleh, pertama tentang situasi di daerah terluar, Alhamdulillah terpelihara, tentu kami dapat masukan untuk perbaikan-perbaikan,” ujar Menko Polhukam usai gelar beberapa pertemuan di markas Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pamputer) XXIII, Pulau Sekatung, Rabu (24/11).

Bersama Satgas Pamputer, Menko Polhukam menyempatkan meninjau beberapa fasilitas prajurit yang bertugas di Pulau terdepan tersebut.

Selain itu, di Pulau Laut yang tak jauh dari Pulau Sekatung ini, Menko Polhukam mengendarai sepeda motor, berkeliling menyambangi fasilitas kesehatan masyarakat dan berdialog dengan masyarakat di Kantor Camat Pulau Laut.

Baca juga:  PHDI, Walubi dan Matakin Dukung Pemerintah Tangani Covid-19

“Kami mendapat info tentang pengelolaan, terkait perlunya infrastruktur dan sebagainya untuk ditambah, tapi sekaligus kami dengar dari masyarakat dan koordinasi dengan pemerintah setempat tentang tugas membangun daerah mana yang dilakukan oleh Camat, mana yang dilakukan oleh Bupati, mana yang dilakukan oleh Gubernur, BNPP, atau pemerintah pusat,” sambung Menko Polhukam.

Menko Polhukam kembali menegaskan, kehadirannya di perairan Natuna adalah salah satu upaya dalam merealisasikan komitmen presiden, yaitu menghadirkan negara di wilayah terluar atau wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya bersama Mendagri beserta rombongan hadir disini sebagai pengemban mandat pengelola perbatasan Natuna ini banyak pulau terluar, bagian dari area yang harus kami kelola dan jaga di BNPP,” papar mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Dalam kesempatan ini, Menko Polhukam memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Natuna yang menjalankan vaksinasi dengan sangat baik, hingga pelosok sampai Pulau terluar.

“Saya mau ucapkan terima kasih kepada, bupati, BNPP, Danlanud, terima kasih sudah melayani kami disini. Terima kasih kepada Pangkogabwilhan I, Pangko Armada Armada I, Bupati, Sekda juga wakil Gubernur sudah ikut dengan kami ke pulau-pulau luar, serta terima kasih kepada TNI dan Polri yang bertugas selama acara berlangsung,” pungkas Menko Polhukam.

Baca juga:  Menko Polhukam: UU Hukum Pidana Sudah Usang, Pengesahan RUU KUHP Mendesak

Di perairan Natuna, Menko Polhukam menyempatkan diri mengelilingi Pulau Sekatung dan Pulau Laut serta memantau hasil pembangunan melalui udara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegaskan pemerintah akan terus melakukan penguatan pembangunan, di pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Prinsipnya kita hadir untuk penguatan pembangunan disana, penguatan ekonomi, di pulau terluar Kepulauan Riau. Nanti kembali ke Jakarta, kita akan bergerak dengan langkah-langkah lanjutan, untuk kita sampaikan kepada Pak Bupati, perwakilan dari Provinsi, mana yg menjadi bagian dari masing-masing stakeholder, kami akan koordinasikan lintas kementerian dan lembaga,” ujar Tito menambahkan. (*)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel