POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Quick Wins PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU

By 18 Feb 2016 13:53Opini
featured-pancasila-1600×600

Author :: Asdep 3/VI
Date :: Sel 03/27/2012 @ 09:06
Tim Kemenko Polhukam yang terdiri dari : Dr. Perwira, SH, MH, M.Si, Deputi VI Kesbang selaku Ketua, dengan anggota Drs. Wagimin, Asdep 3/VI Kesbang dan Josua Ginting, S.IP, Kabid 4/VI Kesbang, pada tanggal 13-16 Maret 2012 melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar, Provinsi Riau untuk mengetahui sejauh mana upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kampar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Tim Kemenko Polhukam diterima oleh Bupati Kampar Jefri Noor di ruang kerjanya, didampingi oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua Bappeda, Kapolres, Dandim, Kajari, Kaban Kesbangpollinmas, para Asisten Bupati dan beberapa orang Kepala SKPD. Dalam kesempatan tersebut Bupati Kampar memaparkan Gambaran Umum Kabupaten Kampar, Visi dan Misi, Identifikasi Permasalahan, Implementasi 5 Pilar, serta Permasalahan Sosial Politik dan Keamanan.

Luas wilayah Kabupaten Kampar 1.128.928 Ha, dengan penduduk berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010 berjumlah 679.492 jiwa, kepadatan penduduk rata-rata sebesar 69 jiwa/Km, dan laju pertumbuhan penduduk antara tahun 2000–2010 adalah sebesar 3,99%. Dari jumlah penduduk tersebut yang masih tergolong miskin sebanyak 12,5% (Sumber BPS).

Visi Kabupaten Kampar 2012-2016 adalah: ”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Kampar yang Madani, Berakhlak dan Bermoral, Menuju Kehidupan yang Sehat, Sejahtera Serta Berdaya Saing Pada Tahun 2016”. Visi tersebut dijabarkan dalam Misi yang terdiri dari 5 Pilar, yang intinya: meningkatkan iman dan taqwa (religius), meningkatkan SDM yang bermartabat, mengembangkan potensi SDA dan potensi masyarakat, membangun kesehatan yang berkualitas, serta pemerataan pembangunan insfrastruktur.

Implementasi terhadap 5 Pilar tersebut antara lain dengan: melaksanakan Sholat Subuh berjama’ah dan ceramah agama setiap hari Jum’at dilanjutkan dengan kerja bakti; mengadakan safari pembangunan; pelatihan kepada guru-guru tentang peningkatan akhlak dan moral; mengadakan wirit pengajian setiap awal bulan; serta mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi masyarakat yang kurang mampu melalui pola pertanian terpadu.

Dalam rangka Peningkatan ekonomi kerakyatan, program diklat pertanian terpadu menjadi program unggulan (Quick Wins) pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Peserta Diklat pertanian terpadu berasal dari masyarakat miskin, diasramakan selama 2 minggu, tidak dipungut biaya bahkan diberi pakaian kerja, pakaian senam, dan alat-alat yang diperlukan. Program ini dapat mengurangi pengangguran sebanyak 7.200 orang per bulan, dengan perhitungan: 1 bulan dapat didiklatkan sebanyak 480 orang untuk 2 angkatan. Setiap orang yang telah lulus diklat wajib membina 10 orang di desanya, dan setiap satu Unit Usaha memerlukan tenaga kerja 3 orang. Berarti dalam 2 tahun dapat diciptakan lapangan kerja sebanyak 7200 X 12 bulan X 2 tahun = 172.800 orang. Dengan demikian dalam waktu 2 tahun ke depan di Kabupaten Kampar sudah tidak ada lagi masyarakat yang tergolong miskin dan tidak mempunyai pekerjaan. Jika ternyata masih ditemukan masyarakat yang miskin dan menganggur, mereka itu tergolong yang malas bekerja.

Area lahan yang disediakan oleh Bupati Kampar sebagai Pusat Diklat dan Pembibitan Pertanian Terpadu (tanaman, ternak, dan ikan) seluas + 160 Ha.  Materi diklat pertanian terpadu, 70% praktikum dan 30% teori, meliputi 3 fokus utama, yaitu pertanian, perikanan, dan peternakan, ditambah dengan pengetahuan tentang pengelolaan pasca panen yang diberikan oleh tenaga-tenaga profesional, diimbangi dengan peningkatan iman dan taqwa melalui pendalaman agama yang diberikan oleh ustadz berpengalaman pada waktu malam hari. Pengelolaan program ini dilaksanakan secara terpadu melibatkan 6 Dinas Daerah yaitu: Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM. Peserta diklat yang lulus diberikan Sertifikat dan fasilitas pinjaman dana bergulir masing-masing maksimal Rp 75 juta dengan bunga 6% pertahun, dan petani masih terus mendapat pembinaan dari Dinas terkait.

Di samping itu setelah mengikuti program diklat, petani juga difasilitasi untuk mendapat pinjaman modal natura berupa bibit: tanaman, bibit ikan, bibit sapi dan bibit kambing unggul/pilihan yang telah dipersiapkan di Pusat Diklat dan Pembibitan Pertanian Terpadu untuk dibudidayakakan. Setelah program pemberian dana bergulir dan pengelolaan pertanian terpadu dinilai berhasil, petani difasilitasi untuk bisa mendapatkan pinjaman dana dari Bank BRI, Bank Riau, dan Bank BNI 46, melalui Kridit Usaha Rakyat (KUR) yang besarannya sesuai dengan kebutuhan dan penilaian Tim yang dibentuk oleh Pemda Kampar bekerja sama dengan pihak perbankan.

Sentra pertanian terpadu diadakan di Kecamatan Bangkinang Seberang seluas 514 Ha, dengan rincian setiap 2 Ha dikelola oleh 10 Kepala Keluarga (KK), dengan demikian dapat menampung 2.570 KK, yang dibagi dalam 3 sektor, yaitu sektor pertanian dikelola oleh 3 KK, sektor peternakan dikelola oleh 4 KK, dan sektor perikanan dikelola oleh 2 KK, ditambah 1 KK mengelola Pasca Panen. Pemda Kampar menyediakan tenaga dokter hewan dan penyuluh lapangan yang sewaktu-waktu siap melayani masyarakat yang memerlukan, serta membantu pemasaran hasil pertanian terpadu melalui Koperasi  Serba Usaha yang didirikan di tiap-tiap desa.

Melalui bimbingan para tenaga profesional dan penyuluh lapangan, limbah ternak sapi, kambing, dan limbah pertanian terpadu diolah menjadi bio gas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar gas yang dapat digunakan untuk menyalakan kompor gas dan dapat digunakan sebagai sumber penerangan diperdesaan. Di sisi lain dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya, Pemda Kampar menjalin kerja sama dengan para pelaku usaha keagenan dan pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta untuk melakukan pendistribusian barang kebutuhan pokok langsung ke Koperasi Serba Usaha di desa-desa untuk memotong mata rantai distribusi panjang yang berdampak pada biaya tinggi dan nilai jual barang serta waktu yang diperlukan dalam pendistribusian.

Dalam rangka Peningkatan SDM, Pemda Kampar membangun Sekolah Unggulan Terpadu mulai dari SD, SMP, SMA sampai dengan Perguruan Tinggi,  dengan wawasan Enterpreneursif (kewirausahaan) berstandar nasional dan internasional, di atas areal tanah seluas 200 Ha. Kurikulum yang diterapkan adalah 30% teori dan 70% praktikum, dan bagi yang beragama Islam wajib belajar Al-Qur’an dan Hadist dengan target: tamat SD harus hafal 7 juz, tamat SMP harus hafal 14 juz, tamat SMA harus hafal 21 juz, dan tamat Perguruan Tinggi harus hafal 30 jus. Bagi anak yang tidak mampu dan berprestasi tidak dipungut biaya bahkan diberi bea siswa. Di samping itu kesejahteraan guru serta sarana dan prasarana pendidikan terus ditingkatkan.

Dalam rangka Peningkatan Kesehatan  Masyarakat, Kabupaten Kampar memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu, memprioritaskan pembangunan Pos Pembantu Pelayanan Kesehatan di setiap desa, dan pembangunan Puskesmas Plus yang dilengkapi dengan tenaga dokter umum dan dokter spesialis, sehingga bagi pasien yang perlu pelayanan ”rawat inap” tidak serta merta harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah.

 

Dalam rangka Peningkatan Insprastruktur, upaya yang dilakukan oleh Pemda Kampar yaitu membuka daerah yang masih terisolasi, meningkatkan kualitas jalan sampai ke desa-desa, membangun pasar Kuok, membangun Water Front City  yang didalamnya terdapat malldan hotel berbintang 3 dengan luas kawasan + 10 Ha sebagai tempat wisata Islami.

Quick Wins pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin di Kabupaten Kampar ini diharapkan dapat dijadikan salah satu model (contoh) pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin di daerah lain.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Quick Wins PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU