POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Plt. Deputi Bidkor Kominfotur : Kejahatan Siber Sudah Mencapai Tahap Memprihatinkan

By 19 Mar 2018 11:05Berita
WhatsApp_Image_2018-03-19_at_08.23.15

Polhukam, Jakarta – Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur (Bidkor Kominfotur), Suwandi Miharja mengatakan bahwa kejahatan dunia maya atau cyber security di Indonesia saat ini sudah mencapai tahap memprihatinkan. Menurutnya, aksi kejahatan siber dengan menggunakan teknologi komputer dan internet berpotensi terus meningkat dan dapat menyerang kapan saja.

“Aksi kejahatan siber bisa datang kapan saja dan dapat menyasar industri perbankan, migas, militer, media, bahkan pemerintah,” ungkap Suwandi saat memberikan amanat pada upacara bendera di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Plt. Deputi Bidkor Kominfotur tersebut juga mengatakan bahwa menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 serta Pemilihan Presiden 2019, perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi menghadapi kemungkinan terjadinya penyebaran berita hoax melalui media sosial. Dikatakan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi serta lembaga terkait lainnya terus melakukan sosialisasi anti hoax ke masyarakat.

Selain itu, dijelaskan bahwa siapapun yang melakukan penyebaran berita hoax dan pencemaran nama baik dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Oleh karena itu, Suwandi mengingatkan agar masyarakat dapat bersikap kritis dan cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Sebagai anggota Kemenko Polhukam, kita dituntut kepeduliannya dengan selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk dapat bersikap kritis dan cermat dalam menerima informasi-informasi, terutama melalui media sosial dengan memfilter berita positif dan negatif serta berita valid dan tidak valid, sehingga pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” kata Suwandi.

Dalam amanatnya, Suwandi juga menjelaskan tentang perlunya peralihan TV Analog menjadi TV Digital. Pasalnya, Indonesia saat ini tertinggal dalam hal peralihan TV Analog ke Digital karena sudah sekitar 85 persen negara-negara di dunia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina telah mengimplementasikan penggunaan TV Digital.

“Digitalisasi bertujuan menghemat frekuensi dan berpotensi menambah pendapatan negara. Digitalisasi juga membuat kualitas audio dan video menjadi lebih jernih dan tajam,” jelas Suwandi.

Upacara diikuti oleh Pejabat Eselon I, Eselon II, Eselon III, dan Eselon IV serta seluruh pegawai Kemenko Polhukam.

Humas Kemenko Polhukam

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Plt. Deputi Bidkor Kominfotur : Kejahatan Siber Sudah Mencapai Tahap Memprihatinkan