POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental: Membangun Karakter Bangsa yang Kuat dan Ber-Bhinneka Tunggal Ika untukMencapai Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

By 25 Aug 2017 13:11Berita
IMG-20170825-WA0001

Polhukam, Jakarta (24/08) – Sebagai salah satu program prioritas Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) gencar disuarakan. GNRM diperlukan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong demi membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Dasar pelaksanaan GNRM mengacu pada Perpres No.2/2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan diperkuat dengan Inpres No.12/2016 tentang GNRM.

GNRM sejatinya berorientasi pada dampak (outcome) dan bukan pada hasil (output). Maka, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh elemen bangsa akan arti penting GNRM, mengevaluasi 2,5tahun pelaksanaan GNRM di Indonesia, mempercepat pelaksanaan GNRM Indonesia dalam skala nasional maupun daerah, serta sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi GNRM Indonesia kepada seluruh lapisan masyarakat, Kemenko PMK, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekenomian, Kemenko Maritim, Kemdagri, Kemenpan/RB, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemkot Surakarta bekerjasama menyelenggarakan kegiatan ‘Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN RM) 2017’. Kegiatan yang akan berlangsung sejak 25-27 Agustus 2017 ini akan dibuka langsung oleh Menteri KoordinatorBidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) PuanMaharani, di Stadion Manahan, Surakarta dan akan dihadiri oleh15.000 peserta dari perwakilan 34 Propinsi; 514 Kab/Kota; Kementerian/Lembaga; Dunia Usaha; LSM/Komunitas danmasyarakat umum. Adapun acara penutupan akan digelar di Benteng Vastenburg, Surakarta.

IMG-20170825-WA0003Tema yang diusung penyelenggaraan PKN RM ini adalah “Membangun Karakter Bangsa yang Kuat dan ber-Bhinneka Tunggal Ika untuk Mencapai Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Maksud tema ini adalah agar GNRM makin memasyarakat. Menurut Menko Puan Maharani, PKN ini bertujuan untuk memasyarakatkan GNRM lebih jauh, agar lebih menyatu dalamkeseharian hidup manusia Indonesia, sekaligus menunjukkan dampakpositif yang konkret dan nyata. Karenanya, dalam acara PKN itu, akan diberikan penghargaan untuk 40 karya inovasi dalam pelayanan publikdari berbagai instansi pemerintah. Adapun beberapa inovasi pelayananpublik yang muncu dalam eksibisi di area PKN Revolusi Mental, antara lain : PELUK MY DARLING (Perawatan Luka KustaMenyeluruh Dengan Garden Healing) yang dilakukan Pemprov JawaTengah ; Si Jempol (Sistem Informasi Jaringan Elektronik MedikPasien Online) yang digagas Pemkab Tangerang ; SALEMPANG MERA (Selamatkan Pasien Pasung Melalui Tim Samurai ODGJ) olehPemkab Sampang ; Mencerdaskan Si Miskin Menjadi Generasi Emasyang dilakukan Pemprov Bali ; PANTASI MART (Pusat PengadaanFasilitas Sanitasi Masyarakat) yang digulirkan Pemkab Sumedang; PATUH SELAM (Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan SelatDalam) oleh Pemkab Kapuas; TETAP BERKEMAS (Tetap Lestari Berdayakan Kelompok Masyarakat) yang diselenggarakan PemkabHulu Sungai Selatan;iJUS MELON (Ijin Usaha Mikro melalui Online) di Pemkot Semarang;Lorong Sehat (Longset) yang ada di PemkotMakassar;LASITER AMB (Layanan Transportasi Terpadu AngkutanMasyarakat Bintuni) yang diprogramkan Pemkab Bintuni. Sebagaiinformasi, 40 Inovasi Pelayanan Publik ini mewakili kombinasi darikategori, kluster lembaga, dan kewilayahan yang bertujuan kualitasdan keterwakilan. Untuk Kategori, indikatornya ialah pelayananlangsung, tatakelola pemerintahan, dan perubahan sosial. Adapun Kluster lembaga terdiri dari Kementerian/ Lembaga, Kabupaten. Kota dan BUMN. Sementara untuk kewilayahan terdiri dari Kelompok A (Sumatera, Jawa dan Bali), B (Kalimantan dan Sulawesi) serta C (Maluku, Nusa Tenggara dan Papua).

IMG-20170825-WA0002Salah satu dampak yang diinginkan dari Revolusi Mental sendiriadalah aparatur negara yang melayani publik dengan lebih baik. Kemenko PMK sendiri tidak mengklaim bahwa inovasi pelayananpublik yang memperoleh penghargaan Presiden itu adalah hasillangsung GNRM.

‘’Namun, setidaknya Gerakan Nasional Revolusi Mental inimemberikan dorongan dan apresiasi terhadap setiap inovasi untukmeningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi pelayanan publik itu adalah wujud nyata dari revolusi mental yang paling bisadirasakan oleh masyarakat’’ ujar Menko PMK Puan Maharani. Dorongan yang dimaksud, menurut Puan Maharani, termasukdukungan dari sisi kebijakan.

Dalam acara pembukaan itu. akan diberikan juga penghargaan kepada36 Kepala Daerah yang telah mendapatkan prestasi dalam InovasiPelayanan Publik. Inovasi Pelayanan Publik yang dilakukan harusmengacu pada memberi perbaikan, memberi manfaat bagi masyarakat, dapat atau sudah direplikasi, berkelanjutan dan menarik. Inovasitersebut minimal harus sudah dilaksanakan satu tahun.

Jelang pelaksanaan PKN RM, Sekretariat GNRM Kemenko PMK sudah jauh hari melakukan pre event lewat serangkaian sosialisasi kepada masyarakat kota Surakarta seperti : Ajakan menyebarkankonten positif dalam bermedia sosial kepada 250 Pelajar SMA/SMK dan MA; Sosialisasi GNRM kepada 500 Mahasiswa/pemuda/karang taruna; Program “Bersih Enak Sehat Tertib (BEST) Sajian Indonesia”kepada 250 Pedagang kuliner untuk menyambut pelaksanaan PKN RM; Pembentukan Gugus Tugas GNRM Surakarta kepada 100 ASN Pemkot Surakarta; serta berbagai lomba GNRM antara lain lombakarya tulis ilmiah, komik, foto, cipta lagu, game, film pendek, video klip dan POP UP.

Rangkaian acara utama yang digelar dalam PKN RM antara lain adalah :
1. Rembuk Nasional dan Workshop tentang Indonesia Melayani – Indonesia Bersih – Indonesia Tertib – Indonesia Mandiri – Indonesia Bersatu yang bertujuan untuk menginventarisasiseberapa jauh implementasi GNRM di daerah. Masing-masingrembuk akan dibuka oleh keynote speech para Menteri antara lain Menko Polhukam, Menko Maritim, Menko Perekonomian, Menteri PAN&RB dan Mendagri. Kegiatan digelar pada tanggal26 Agustus 2017 di 5 (lima) tempat secara bersamaan yaitu Hotel Sunan (Gerakan Indonesia Melayani), Hotel Paragon (GerakanIndonesiaTertib), Hotel Megaland (Gerakan Indonesia Bersih), Hotel Best Western (Gerakan Indonesia Mandiri) dan Hotel Alila(Gerakan Indonesia Bersatu).
2. Pameran Inovasi Layanan Publik yang diikuti oleh 100 standpameran dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, Dunia Usaha dan Lembaga Swadaya Masyarakat untukmempresentasikan perubahan pelayanan sebagai implementasiRevolusi Mental. Pameran berlangsung setiap hari selamapenyelenggaraan PKN RM, bertempat di halaman stadionManahan.
3. Pagelaran Seni Budaya” menampilkan pementasan wayang kulitpada tanggal 24 Agustus pkl 20.00-03.00 WIB, Dalang WarsenoSlank dan Dagelan Bagonk CS dengan Lakon Bima Sakti sertapementasan seni tari bertempat di halaman benteng Vastenburg .
4. Pentas musik kontenporer dan musik daerah bertempat di Lapangan Parkir Stadion Manahan pada tanggal 25-27 Agustus.Penampilkan grup music legendaris Godbless didampingimusikus lokak akan tampil 26 Agustus 2017 di Stadion Manahan mulai jam 19.00
5. Dialog dan pameran film kebangsaan serta Gerakan Sosialmelalui media digital bersama Riri Reza, Ari Sihasale, SudjiwoTedjo, Reza Rahardian, Garin Nugroho dan para penggiat filmlainnya pada tanggal 26-27 Agustus 2017 bertempat di Gelanggang Pemuda Bung Karno Stadion Manahan. Kegiatan inijuga dimeriahkan dengan pameran foto GNRM serta hasil lomba-lomba lainnya.
6. Karnaval pada Car Free Day yang dimeriahkan dengan pawaipakaian daerah dari 34 Propinsi perwakilan peserta dari daerahdan ragam kreatifitas budaya Indonesia sepanjang jalan StadionSriwedari hingga Balai Kota Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2017. Acara dimulai jam 7 dan selesai pukul 9.00 dilanjutkandengan penutupan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental
*********************
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
roinfohumas@kemenkopmk.go.id
www.kemenkopmk.go.id
Twitter@kemenkopmk
IG: kemenko_pmk
Fb: @kemenkopmkRI

Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental: Membangun Karakter Bangsa yang Kuat dan Ber-Bhinneka Tunggal Ika untukMencapai Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945