POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Negara Hadir, Beri Jalan Penyelesaian Tragedi

By 20 Apr 2016 09:39Berita
IMG-20160419-WA0004

Dalam penutupan simposium tragedi 1965 di Hotel Arya Duta pada Selasa (19/04), mendengung butir Nawa Cita pertama “Negara hadir untuk melindungi kalian semua” ujar Sidarto Danubroto, pelaku sejarah sekaligus anggota Wantimpres. Ia ditunjuk sebagai figur yang menutup jalannya simposium bersejarah yang telah berjalan selama dua hari.

Sebelum secara resmi menutup, Sidarto merangkum jalannya simposium tersebut. Ada sebelas poin yang ia bacakan sebagai bagian yang digaris bawahi dari jalannya peristiwa bersejarah tersebut. Poin-poin yang terdengung dalam proses penutupan adalah menempatkan tragedi 65 secara jujur dan proposional. Simposium telah memberi titik terang guna membuat refleksi yang lebih tajam, dan sesuai dengan makna dan budaya Indonesia.

Selain itu, simposium harus menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah dalam menyelesaikan secara komperhensif soal tragedi 65. Acara bersejarah ini juga selalu menitik beratkan pada konsep pemulihan korban, salah satunya dengan cara rehabilitasi. Kemudian simposium menjadi wadah untuk mengakui adanya konteks pergolakan politik dunia saat terjadinya peristiwa tragedi 65 tersebut.

Menurut Sidarta, acara bersejarah itu mencatat bahwa penyelesaian terbaik dari tragedi 65 antara lain: berubahnya secara proposional sejarah bangsa, pemulihan yang efektif dan menyeluruh bagi korban dan keluarga korban yang terkena diskriminasi dan stigmatisasi. Selain itu, perawatan yang seimbang dan objektif tentang ingatan tragedi 65 demi memelihara kesadaran akan sejarah sebagai bangsa.

Mantan ajudan Soekarno tersebut juga berharap bahwa simposium dapat segera memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk dilakukannya rehabilitasi umum bagi yang terdampak oleh tragedi 65 agar tidak lagi ada stigma dan diskriminasi.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Negara Hadir, Beri Jalan Penyelesaian Tragedi