Berita

Menko Polhukam: Mari Bangun Indonesia Dengan Semangat Inklusif Piagam Madinah

Dibaca: 23 Oleh Sabtu, 18 Juni 2022Juni 20th, 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 06 18 at 3.27.58 PM
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No: 81/SP/HM.01.02/POLHUKAM/6/2022

Agama Islam mengajarkan bahwa cinta kepada negara adalah bagian dari iman. Atas dasar itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menghimbau kepada alumnus perguruan tinggi Islam untuk membangun Indonesia sebagai negara yang rahmatan lil-alamin. Dengan demikian, Indonesia akan nyaman ditempati semua mahluk di muka bumi, sehingga siapa pun bisa tinggal aman dan damai di Indonesia.

“Jadikan kecintaan pada Indonesia dan Islam sebagai satu kesatuan. Dalam
bernegara, ummat Islam menjadi nasionalis, cinta bangsa, dan tidak menjadi ekstrimis,” ujar Menko Polhukam, Mahfud MD saat menyampaikan orasi kebangsaan dalam acara pelantikan pengurus DPW dan DPD Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Wilayah Sumatera Selatan, Sabtu, (18/6) di Palembang.

Mahfud mengatakan, jika ada yang berpandangan bahwa Indonesia bukan negara yang syar’i, justru menurutnya, Piagam Madinah menjiwai NKRI berdasarkan ijtihad para ulama. “Ini menjadi dasar fiqih politik islam di Indonesia,” tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Baca juga:  Menko Polhukam Nyatakan Indonesia Sebagai Driving Force Asean

Oleh karena itu lanjut Mahfud,
“Mari kita bangun negara ini dengan semangat inklusifisme piagam Madinah, kita boleh menghargai kebenaran versi kita, dan kita juga menghargai kebenaran yang diyakini orang lain, dan kita maju bersama dalam perbedaan,” ujarnya.

Guru Besar Hukum Tata Negara berharap agar semua masyarakat paham semangat Indonesia menjadi negara yang inklusif. Agar jangan terjadi mayoritas sewenang-wenang kepada minoritas. “Jangan sampai Indonesia menjadi negara seperti itu,” tegas Mahfud.

Mahfud menegaskan bahwa Islam menjadi rahmat seluruh alam. Pesannya kepada para alumni UII yang hadir, “Mari kita berjuang dengan prinsip-prinsip keislaman dan keindonesiaan, serta prinsip Pancasila, agar beragama dengan baik, berbuat baik dan berjuang,” kata Mahfud.

Hadir pada acara ini, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Ketua Mahkamah Agung, Syarifuddin yang juga merupakan Ketua Umum DPP IKA UII, dan Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya, yang juga Ketua DPW IKA UII Sumsel. (*)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel