POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Menko Polhukam: Jangan Salah Persepsi, Pemerintah Terbuka soal Minta Maaf

By 25 Apr 2016 12:14Berita
featured-pancasila-1600×600

Menanggapi banyaknya kesalahpahaman mengenai permintaan maaf pemerintah atas tragedi 65, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah terbuka soal permintaan maaf. Hal ini jika pembuktian kuburan masal ada. Hal ini diungkap Menko Polhukam dalam pertemuannya dengan para wartawan di Kantor Menko Polhukam, Senin (25/04).

“Tidak benar bahwa kami tidak mungkin minta maaf. Yang saya buka kalau ada mass grave atau kuburan massal, bisa diidentifikasi dengan jelas, bisa saja peluang untuk melakukan itu. Tapi sampai hari ini tidak ada. Kepada siapa pemerintah mau minta maaf” tegasnya.

Masih dalam acara yang sama, Menteri Luhut meminta agar pemberitaan terkait tragedi 65 agar tidak disalah artikan. “Jangan disalah persepsikan. Kita mencari fakta membuka kemaren symposium itu. Di luar banyak yang memplesetkan, Yang jelas sudah ada, ada enam jenderal TNI yang dibunuh itu sudah jelas itu. Yang lain kan kita belum ada. Nah kalau ada, ya kita persilahkan kita lihat” tambahnya.

Menurut Menteri Luhut, saat ini tim symposium yang diketuai oleh Gubernur Lemhanas, Agus Widjojo tengah mempersiapkan laporan dan rekomendasi. “Sekarang tim sedang berjalan saya masih menunggu laporan dari pak Agus Widjoyo” Ujarnya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Polhukam: Jangan Salah Persepsi, Pemerintah Terbuka soal Minta Maaf