POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Menko Polhukam: Istri Santoso Bisa Saja Dapat Pengampunan

By 25 Jul 2016 08:56Berita
20160723_095014

Toba Samosir, Sumut – Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan istri kedua Santoso, Jumiatun atau Umi Delima mendapat pengampunan dari negara.

“Kami memang menganjurkan mereka untuk menyerah. Nanti bisa saja kami pertimbangkan untuk pengampunan,” ujar Menko Luhut hari Sabtu (23/7).

Umi Delima, perempuan asal Nusa Tenggara Barat ini ditangkap oleh Satgas Tinombala pada Sabtu pagi (23/7) saat turun gunung untuk mencart makan di wilayah pegunungan Tambarana, Sulawesi Tengah.

“Kami bisa saja pertimbangkan pengampunan, entah itu di proses dulu perkara pidanya lalu diampuni,” kata Menteri Luhut di Toba Samosir.

Penyerahan diri Umi Delima ini menurut Menko Luhut merupakan sinyal positif bagi pemerintah yang sedang melakukan tindakan soft approach bahwa sisa-sisa kelompok Santoso akan menyerahkan diri dalam waktu dekat. Hingga kini satgas Tinombala masih terlus melakukan operasinya, tetapi Menteri Luhut berpesan kepada aparat untuk melakukan pendekatan secara kultural agar persoalan terorisme dan radikalisme ini dapat diselesaikan secara komprehensif.

Meski Santoso telah berhasil ditaklukan saat ini satgas Tinombala masih melakukan operasi di wilayah Poso untuk mencari sisa-sisa anggta kelompok Mujahiddin Indonesia Timur dengan target utama Basri, yang diperkirakan menjadi pengganti Santoso.

Serahkan bantuan

Menko Polhukam berada di Toba Samosir untuk  menhadiri penutupan Kompetisi Paduan Suara Internasional.

“Danau Toba akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan pemerintah karena itu masyarakat harus menjaga lingkungan sekitarnya dengan baik,” demikian pesan Menteri Luhut tentang pentingnya masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam pembangunan destinasi wisata di pulau Sumatera ini. Ia mengingatkan masyarakat untuk aktif memperkenalkan budaya serta hasil karya masyarakat kepada para wisatawan.

Sebelumnya Menteri Luhut menghadiri wisuda dan pengukuhan siswa baru SMA unggulan Del di wilayah Laguboti.

“Kalian tidak boleh berhenti mencari pengetahuan namun harus disertai dengan kejujuran dan kesederhanaan.” pesannya kepada para siswa. Ia mencontohkan kesederhanaan putra Presiden Joko Widodo yang berbisnis catering, mandiri, serta tidak melibatkan keluarganya. Ia juga memberi inspirasi kepada pera siswa dengan kisah orant tuanya yang hidup sederhana dan namun mampu membawa anak-anak mereka menjadi orang-orang yang berhasil di bidangnya.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menyerahkan bantuan berupa alat pertanian modern. Alat pertanian dari pemerintah pusat ini diberikan kepada empat kabupaten yaitu Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Kumbang, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Samosir.

“Teknologi terbukti mampu nenurunkan biaya produksi hingga 40 persen. Artinya sembilan triliun (rupiah) bisa dinikmati petani karena ada teknologi,” ujar Mentan yang juga memberi inspirasi kepada siswa dengan kisah masa kecilnya yang juga berasal dari keluarga sederhana.

Yayasan Del yang dibangun oleh Menteri Luhut menaungi Institut Teknologi (IT) Del dan SMA Unggulan Del yang tahun ini mewisuda 160 siswa dan kebanyakan dari mereka diterima perguruan tinggi negeri seperti di ITB, UNPAD, UI, UNS, UNDIP, STAN, ITS, Akpol serta terdapat tiga siswi yang mendapat beasiswa di Inggris. Sedangkan siswa baru tahun ini berjumlah 140 orang dari 2445 pelamar.

 

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Polhukam: Istri Santoso Bisa Saja Dapat Pengampunan