Menko Polhukam Ingatkan Perlunya Kewaspadaan Hadapi Ancaman Geopolitik Global

Dibaca: 68 Oleh Friday, 21 June 2024Menko Polhukam, Berita
IMG 20240621 WA0006

SIARAN PERS NO. 149/SP/HM.01.02/POLHUKAM/6/2024

Ditengah perubahan geopolitik global yang semakin dinamis dan berubah dalam waktu yang cepat, diperlukan kewaspadaan dalam mengidentifikasi serta menanggulangi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto saat menjadi pembicara pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lemhannas di Jakarta, Jumat (21/6/2024).

“Peta geopolitik saat ini ditentukan tidak hanya oleh kekuatan yang bersumber pada kekuatan militer atau kekuatan perang, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi dan kekuatan teknologi, informasi, dan komunikasi,” kata Menko Hadi.

Menurutnya diperlukan kepemimpinan strategis yang mampu membaca masa depan dan mentransformasikannya menjadi program dan tindakan nyata. Pasalnya, persaingan dan perebutan pengaruh dalam geopolitik global di era saat ini juga dilakukan melalui kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi.

“Yang terjadi tidak hanya perang siber, melainkan juga memengaruhi pandangan dan opini yang dapat dilakukan langsung kepada setiap individu di negara lain sehingga suatu bangsa dapat kehilangan jati dirinya tanpa kehilangan kemerdekaannya,” ungkap Hadi.

Mantan Panglima TNI tersebut juga menyampaikan letak geografis Indonesia yang strategis, jumlah demografi yang tinggi, dan peran besar bangsa di kawasan Asia Tenggara menjadikan poros kekuatan dunia akan selalu berusaha memengaruhi posisi dan kebijakan Indonesia dalam percaturan global.

“Kita tentu berupaya agar bangsa Indonesia tidak terseret arus polarisasi dan menjadi korban persaingan kekuatan geopolitik global,” katanya.

Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan nasional yang tinggi untuk mengidentifikasi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang muncul dari dinamika geopolitik global dan isu strategis nasional, untuk kemudian menentukan dan menjalankan kebijakan yang semata-mata berorientasi pada kepentingan nasional.

Hadi menyampaikan bahwa tidak ada strategi tunggal untuk menghadapi gejolak geopolitik global yang multidimensional. Kewaspadaan harus dikuatkan di semua lini dan semua aspek, baik organisasi negara, birokrasi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, maupun setiap individu anggota masyarakat.

“Agar bangsa Indonesia senantiasa waspada dan siap menghadapi gejolak dinamika geopolitik global, diperlukan kepemimpinan strategis di setiap level pemerintahan dan kemasyarakatan,” tegas Hadi.

Humas Kemenko Polhukam

Terkait

Kirim Tanggapan


Skip to content Made with passion by Vicky Ezra Imanuel