BeritaMenko Polhukam

Menko Polhukam Akan Temui Langsung Perwakilan Malaysia Bahas Abu Sayyaf

Menko Polhukam Akan Temui Langsung Perwakilan Malaysia Bahas Abu Sayyaf
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No : 20/SP/HM.01.02/POLHUKAM/1/2020

Polhukam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD menyampaikan bahwa akan menemui perwakilan Malaysia guna membahas tentang perompakan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Saya akan berbicara dengan pihak Malaysia agar sama-sama mengambil tanggung jawab terhadap peristiwa (perompakan) yang berkali-kali sudah terjadi,” jelas Menko Polhukam Moh. Mahfud MD kepada awak media di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Menko Polhukam mengungkapkan bahwa sampai saat ini terhitung sudah ada 44 orang Indonesia yang menjadi korban penculikan oleh perompak, namun semuanya telah berhasil dipulangkan ke tanah air.

“Sudah 44 orang kita di culik berkali-kali, sekali di culik ada 5, ada 4, ada 3, semuanya sudah berhasil di bebaskan tetapi itukan membuang-buang biaya, membuang waktu. Lebih baik kita mengefektifkan kerjasama Maphilindo,” jelas Menko Polhukam.

Moh Mahfud MD menjelaskan kerjasama Maphilindo merupakan kerjasama yang telah di bangun oleh Presiden Ir. Soekarno dan disepakati oleh Malaysia, Philipina, dan Indonesia tentang kerjasama di bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya.

Baca juga:  Bertemu Dubes AS, Menko Polhukam Bahas Hubungan Indonesia-Amerika

“Sekarang kita gunakan untuk mengusir perompak-perompak itu agar hubungan kerjasama antar Malaysia, Indonesia, dan Philipina itu berjalan secara lebih baik,” ungkap Menko Polhukam.

Diketahui kasus perompakan ini berawal dari hilangnya kapal ikan milik Malaysia yang berawak 8 WNI di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada 16 Januari 2020. Di dalam kapal terdapat 3 awak kapal WNI yang dilepaskan penculik dan mengkonfirmasi 5 awak kapal WNI lainnya dibawa kelompok penculik.

Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel