Berita

Kemenko Polhukam Koordinasikan Percepatan Pembangunan PSN PLTGU Jawa I

Dibaca: 1 Oleh Kamis, 22 April 2021Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No: 66/SP/HM.01.02/POLHUKAM/4/2021

Polhukam, Karawang – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan melaksanakan acara Rapat Koordinasi yang membahas Isu Strategis, dengan tema Pembangunan Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa I Guna Menunjang Kebangkitan Ekonomi Nasional dan Menjaga Stabilitas Politik, Hukum, Dan Keamanan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/4/2021).

Proyek Strategis Nasional adalah proyek-proyek infrastruktur Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. PSN diatur melalui Peraturan Presiden.

Sementara pelaksanaan proyeknya dilakukan secara langsung oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan/atau badan usaha serta Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dengan mengutamakan penggunaan komponen dalam negeri.

“Proyek Strategis Nasional diharuskan memenuhi unsur kriteria dasar, kriteria strategis, dan kriteria operasional,” jelas Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Bidang Ideologi dan Konstitusi Irjen Pol. Agung Makbul saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Baca juga:  Buka Rembuk Nasional, Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Mempersiapkan SDM Berkualitas

Irjen Pol. Agung Makbul menjelaskan bahwa PSN PLTGU Jawa I terletak di Kab. Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas 1.760 MW, dan PLTGU Jawa I akan menjadi pembangkit terintegrasi pertama di Asia dan terbesar di Asia Tenggara.

PLTGU akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian wilayah Karawang, Bekasi, dan sekitarnya salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja yang mencapai 4.600 orang pada masa konstruksi, ditambah lebih kurang 200 orang tenaga profesional, saat pengoperasian di Desember 2021 sehingga diharapkan bisa berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan perekonomian daerah.

“PLTGU Jawa I diharapkan mampu untuk memberikan penghematan bagi negara karena listrik yang dibeli PT PLN (Persero) menjadi kompetitif dengan tarif listrik senilai 5,50 dolar AS per kiloWatt hours (kWh),” jelasnya.

Harapan besar yang diberikan kepada PLGTU tersebut perlu didukung oleh seluruh pihak untuk memastikan bahwa target yang diberikan dapat terlaksana dengan baik dan segala macam hambatan dapat segera terselesaikan.

“Jika dilihat dari data yang ada target Commercial Operation Date (COD) PLTGU Jawa I yaitu pada bulan Desember 2021, dan progres pembangunannya sudah mencapai 96%. Jika dilihat dari data yang ada target Commercial Operation Date (COD) PLTGU Jawa I yaitu pada bulan Desember 2021, dan progres pembangunannya sudah mencapai 96%,” ungkapnya.

Baca juga:  Dorong Upaya Bela Negara, Desk Pemantapan Wawasan Kebangsaan Kemenko Polhukam menyelenggarakan Lomba Cipta Video di Lingkungan PPI

Kondisi ini menandakan bahwa secara konstruksi proyek tersebut sudah dapat beroperasi pada Desember tahun ini. Namun perlu menjadi perhatian bersama bahwa keterlibatan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas, dan badan usaha yang memiliki proyek di daerah tersebut agar melakukan transfer teknologi ke warga lokal sehingga penyerapan tenaga kerja lokal dari proyek besar di daerah bisa optimal.

“Dalam proses finishing pembangunan PLTGU Jawa I penting terjalinnya koordinasi dan sinergitas yang solid antara pemerintah, TNI/Polri, masyarakat, dan pihak pengelola pembangunan agar pembangunan yang ada dapat sepenuhnya bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” terangnya.

Humas Kemenko Polhukam RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel