POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Indonesia Sebagai Ketua ASEAN

By 18 Feb 2016 11:48Opini
featured-pancasila-1600×600

Author :: Bungko Dewa
Date :: Kamis 03/31/2011 @ 07:59
Deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh lima pimpinan negara, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, dan Thailand pada tanggal 8 Agustus 1967, menandai lahirnya ASEAN (Association of South East Asian Nasions). Dalam deklarasi Bangkok tersebut kelima pimpinan negara sepakat membangun kerjasama memajukan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya yang dituangkan dalam prinsip Asean yaitu kerjasama, persahabatan, dan non intervensi.

Melalui perjuangan yang panjang ASEAN terus menegaskan eksistensinya dengan dukungan penuh dari negara-negara anggota kawasannya. ASEAN terus berkembang dan sekarang anggotanya telah berjumlah sepuluh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Brunai Darussalam.

Indonesia telah berkali-kali menjadi ketua ASEAN dan senantiasa mampu memberikan kontribusi pemikiran yang konkrit bagi perkembangan ASEAN sebagai sebuah building block (kawasan pembangunan) yang saat ini nilai perdagangannya telah mencapai 1,6 trilyun Dollar AS pertahun. Namun keketuaan Indonesia tahun 2011 ini menjadi sangat penting dan istimewa karena akan menjadi peletak dasar dalam menyongsong komunitas Asean Tahun 2015. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumankan secara resmi keketuaan Indonesia tersebut saat Penutupan KTT ASEAN ke-17 di Hanoi, Vietnam (30/10/2011), dimana pada kesempatan tersebut, Presiden SBY menyampaikan visi dan misi keketuaan Indonesia. Keketuaan Indonesia dimulai pada 1 Januari 2011 hingga akhir tahun ini.

Keketuaan Indonesia akan mengusung tema, “ASEAN Community in a Global Community of Nations” dengan logo gunungan wayang, yang direpresentasikan oleh Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011 demi mewujudkan 3 pilar komunitas ASEAN dan mendorong kerjasama yang saling menguntungkan. Adapun 3 pilar komunitas ASEAN yang akan dibangun adalah Komunitas Politik Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.

Melalui pilar Komunitas Politik Keamanan, ASEAN diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan konflik secara damai. Melalui pilar Komunitas Ekonomi ASEAN ditujukan untuk menjadikan ASEAN pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif sehingga dapat meningkatkan daya saing kolektif negara anggota. Sementara itu, melalui pilar Komunitas Sosial Budaya, ASEAN akan menjadi sebuah organisasi yang lebih people oriented and people centered dengan memperkuat solidaritas dan kesatuan masyarakat ASEAN dan menciptakan identitas ASEAN.

Selama keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011, telah ditetapkan prioritas utama yang akan dicapai ASEAN yaitu pencanangan visi ASEAN pasca tahun 2011 yaitu peran masyarakat ASEAN dalam masyarakat dunia (ASEAN Community in a Global Community of Nations). Selama keketuaan tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-18 ASEAN, KTT ke-19 ASEAN dan EAS (East Asia Summit), serta rangkaian pertemuan ASEAN lainnya, termasuk ASEAN Political Security Community (APSC) Council, ASEAN Economic Community (AEC) Council, ASEAN Social-Cultural Community (ASCC) Council, ASEAN Foreign Ministers (AMM) Meeting, ASEAN Economic Ministers Meeting, ASEAN Defence Ministers Meeting, dan ASEAN Ministerial Meeting on Transnasional Crimes.

Banyaknya even-even internasional yang akan Indonesia lakukan selama tahun 2011 tersebut tentunya sangat membutuhkan energi besar dan kontribusi  konkrit dari semua pihak. Situasi politik harus benar-benar kondusif, situasi keamanan harus benar-benar terkendali. Sementara itu, pers nasional tentu sangat dibutuhkan agar gaung dan gema keketuaan Indonesia untuk ASEAN lebih mendunia. Indonesia memanggil dan kita semua harus turut serta. (dari berbagai sumber)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Indonesia Sebagai Ketua ASEAN