Deputi Bidkoor Kominfotur: Kota Cerdas IKN Perlu Didukung Infrastruktur Telekomunikasi Memadai dan Handal

Dibaca: 89 Oleh Thursday, 30 November 2023Berita, Deputi VII Bidkor Kominfotur
d56daa4c 0522 40ac 864a bc2ff5ef441d

SIARAN PERS NO. 170/SP/HM.01.02/POLHUKAM/11/2023

Polhukam, Bali – Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Marsda TNI Arif Mustofa menyampaikan bahwa untuk mewujudkan _smart city_ atau kota cerdas di Ibu Kota Nusantara perlu didukung dengan penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang memadai dan handal.

_“Smart city_ merupakan konsep pembangunan kota dengan tata kelola sumber daya yang efektif dan efisien serta dapat memberikan pelayanan melalui informasi yang akurat dan dukungan infrastruktur yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat,” kata Arif saat membuka Forum Komunikasi dan Sinkronisasi Dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Ibu Kota Nusantara yang diselenggarakan di Bali, Kamis (30/11/2023).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota guna memaksimalkan pelayanan kepada warga serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu untuk mewujudkan kota cerdas di IKN perlu didukung dengan penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang memadai dan handal,” kata Arif.

Arif juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di IKN bukan pekerjaan yang mudah dan dapat diwujudkan dalam waktu singkat, tetapi perlu perencanaan yang baik dan dilaksanakan secara berkelanjutan _(sustainable)._

Karenanya, perlu dilakukan koordinasi secara intens antara pemangku kepentingan terkait guna mensinkronkan pelaksanaan pembangunan sehingga terjadi efisiensi waktu dalam pembangunannya.

“Perlu menjadi perhatian kita bahwa Presiden Joko Widodo berencana akan melaksanakan upacara perayaan Kemerdekaan Indonesia ke 79 pada tanggal 17 Agustus 2024 di IKN, hal ini tentu perlu kesiapan yang memadai di berbagai sektor disertai ketersediaan sarana penunjang lainnya,” ungkap Arif.

Disampaikan, IKN akan dibangun dengan mengimplementasikan konsep yang berlandaskan pada delapan prinsip yaitu:
1. Desain yang sesuai dengan kondisi alam;
2. Bhinneka Tunggal Ika;
3. Terhubung, aktif, dan mudah diakses;
4. Rendah emisi karbon;
5. Sirkuler dan Tangguh;
6. Aman dan terjangkau;
7. Kenyamanan dan efisiensi melalui teknologi; dan
8. Peluang ekonomi untuk semua.

“IKN nantinya akan menjadi sebuah kota dengan peradaban baru yang diciptakan oleh generasi saat ini, dan diharapkan menjadi keajaiban baru yang tidak kalah megahnya dengan Tembok Besar Cina, Taj Mahal di India, Piramida di Mesir dan keajaiban dunia lainnya,” ungkap Arif.

Sebagai kementerian koordinator, Kemenko Polhukam mengajak dan mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi di IKN.

Sesuai tugas dan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian, Kemenko Polhukam akan terus memonitor dan mengendalikan perkembangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi agar dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Melalui forum ini diharapkan dapat memperoleh rekomendasi strategis yang lebih konkrit guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Ibu Kota Nusantara (IKN),” pesan Arif kepada seluruh peserta FKS.

Humas Kemenko Polhukam

Terkait

Kirim Tanggapan


Skip to content Made with passion by Vicky Ezra Imanuel