POLHUKAM - Kementerian Koordinator Bidang Polhukam RI

Bangun Negeri Dengan Hati

By 21 Mar 2016 14:53Berita
IMG-20160321-WA0001

Dari sudut Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) terdengar nyanyian Pada Mu negeri yang dikumandangkan oleh para mahasiswa kampus teknologi di Bandung tersebut. Ruangan Aula Barat ITB yang memantulkan suara, membuat nyanyian lagu ibu pertiwi tersebut menggaung penuh haru. Ditambah lagi adanya kehadiran seorang Purn. Jenderal TNI yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan. Menteri Luhut hadir untuk memberikan kuliah umum mengenai kebijakan publik, dengan tema “Perencanaan Pembangunan dan Politik Nasional di Era Nawacita.” Meski hari Sabtu (19/03), aula tersebut penuh sesak.

Tidak lama setelah nyanyian terdengar, satu-per satu pun dipersilahkan duduk oleh pembawa acara agar perkuliahan umum dapat segera dimulai. Dalam kuliah tersebut bukan hanya teori yang dipaparkan oleh Menko Polhukam, namun sejumlah pengalaman berharga yang ia tuangkan dalam ruangan kuliah.

Dalam paparannya, beberapa kali Menteri Luhut menyebutkan pentingnya hati untuk mengimplementasikan teori dan ilmu yang dimiliki setiap manusia. Hati merupakan nahkoda dan kompas bagi kebaikan ilmu yang dimiliki setiap warga negara agar dapat bermanfaat untuk sesama.

“Anda yang hadir ini saya kira IQ nya pasti di atas 110, range masuk ITB kira-kira 110-115, sampai tertinggi saya tidak tahu berapa. Anda punya kemampuan menganalisa yang tajam, kamu belajar, kamu pintar namun hati juga penting. Anak-anak, jika kalian pintar tapi tidak ada hati percuma” ujar Menko Polhukam saat memberikan kuliah tersebut.

Ia kemudian menambahkan bahwa pesan orang tua yang selalu ia kenang adalah sebagai manusia, harus dapat berbuat baik kepada sesamanya. “Orang tua saya berpesan jika kau bisa berbuat baik, berbuat baiklah pada orang lain. Saya ingin kalian begitu, ilmu kalian cukup. Dosen- dosen di ITB semua pintar dan hebat, tapi bagaimana caranya mengimplementasikan diri dalam hidup supaya bisa menjadi manusia yang berguna, bermartabat dan bermanfaat buat bangsa dan negaramu ini” tambahnya.

Sambil memberikan kuliah. Menko Polhukam mengenang masa kecilnya, bahwa kunci dari kesuksesannya adalah mengikuti semua pesan ibunya. Bagi Menteri Luhut, meski perempuan yang mengandungnya tidak tamat SD namun dari rahimnya telah hadir dua duta besar yang telah mengabdi kepada negeri ini.

Ibunya selalu berpesan tentang pentingnya kerja keras dan disiplin. Sementara itu,  disiplin belum banyak diterapkan di negeri ini. “Yang diajarkan orang tua saya, kau harus belajar, belajar, disiplin, disiplin dan hormati orang tua mu.” Kemudian ia menambahkan “ Saya jelaskan saya pejabat publik hanya melaksanakan tugas sesuai undang-undang yang ada, itulah koridornya, saya  tidak akan keluar dari situ, dan mendisiplinkan orang-orang yang terkait dalam kepentingan ini, karena bangsa ini belum disiplin, apapun yang kau pelajari, disiplin lah terhadap ilmunya. Kalau kalian disiplin dan mau, maka kalian akan jadi. Oleh karena itu disiplin adalah kata kunci untuk kau bisa sukses nanti” ujar Menteri Luhut.

Sambil berkobar penuh semangat, Menteri Luhut melanjutkan memberi kuliah dengan membubuhkan pengalamannya selama di pemerintahan. Menurutnya, mengambil keputusan bukan hanya persoalan teori yang diaplikasikan, namun juga sebuah seni yang selalu dimainkan, “Itu sebuah seni juga, memanage kepentingan yang boten-boten itu, dan ujungnya yang paling penting kita berbicara soal national intrest. Keputusan tidak diambil sesukanya, biasanya saya meminta hasil survei, apasih masalahnya.”

Meskipun merupakan sebuah seni, dalam membuat keputusan dan kebijakan publik, bagi Menteri Luhut tidak bisa hanya didasarkan pada perasaan, namun juga harus dilandasi data dan fakta yang akurat. “Setiap membuat keputusan kita harus memikirkan rasionalisasinya, harus  mengukur resikonya, calculated risk, saya dari militer taruhannya nyawa ketika mengambil keputusan” ujar Menko Polhukam.

Bagi Menteri Luhut, selain kemapanan teori, kelengkapan data, dan pentingnya cek dan ricek dalam membuat keputusan, tetap hati menjadi kompas dalam setiap kebijakan. Hati seorang pejabat publik haruslah jujur dalam membuat kebijakan yang terkait kepentingan publik. “Kita harus jujur kadang kadang kita tidak jujur sama diri kita, terlalu banyak kemunafikan di negeri ini, generasi kalian harus lebih baik dari generasi saya, generasi saya sudah banyak kacaunya” ujar Menko Polhukam.

Bagi Menteri Luhut, integritas dan harga diri merupakan kunci penting seorang pejabat publik dalam membuat keputusan yang terkait dengan kepentingan publik. “Kita sekarang sedang berbicara soal national intrest, I am not going to talk about my own intrest anymore, jika berbicara soal national intrest, your integrity, your dignity is very important, sebagai seorang sarjana sebagai seorang pekerja, itu penting, kau jangan sampai bisa dibeli, jangan sampai kau jual profesionalisme mu hanya karena sesuatu yang dijanjikan orang” tegasnya.

Menurut Menko Polhukam generasi muda harus terus menggali pengalaman untuk dapat mengasah kemampuan dalam berfikir cepat ketika mengambil keputusan. Pendidikan formal bagi Menteri Luhut hanya akan bermanfaat 40 persen dalam pekerjaan, setelah itu pemikiran yang terstruktur, efisien dan cepat akan terlatih seiring dengan waktu ketika seseorang menggali pengalaman di dunia kerja.  Namun sehebat apapun manusia, dan secepat apapun mereka mengambil keputusan, dalam kuliahnya, pesan Menteri Luhut yang disampaikan secara berulang, bahwa  generasi muda harus menggunakan hati dalam mengambil keputusan, jujur, dan berusaha berbuat baik kepada sesamanya.

 

Join the discussion 2 Comments

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Bangun Negeri Dengan Hati