Menko PolhukamBerita

Ajak Bersatu Hargai Perbedaan, Menko Polhukam: Yang Harus Kita Lawan Adalah Perilaku Korupsi

Dibaca: 0 Oleh Rabu, 17 Maret 2021Maret 18th, 2021Tidak ada komentar
Ajak Bersatu Hargai Perbedaan, Menko Polhukam: Yang Harus Kita Lawan Adalah Perilaku Korupsi
#KemenkoPolhukam 

SIARAN PERS No: 44/SP/HM.01.02/POLHUKAM/3/2021

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta masyarakat tidak perlu saling membenci karena berbeda agama. Menurut Mahfud, semua agama pasti mengajarkan kebaikan.

Hal tersebut ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD, dalam Silaturrahim Menkopolhukam dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, di Makodam V Brawijaya Surabaya, Rabu (17/3).

“Kita tidak perlu membenci orang lain karena perbedaan agama. Yang harus kita lawan adalah ketidakadilan. Agama apapun setuju melawan ketidakadilan. Yang harus kita lawan adalah perilaku korupsi. Orang Islam, kristen, Konghucu, Budha, Hindu benci pasti sama orang-orang korupsi, bahkan orang korupsi sama orang korupsi lainnya juga benci kok,” ujar Mahfud MD mencairkan suasana.

Dalam acara bertema “Moderasi beragama dalam perspektif Polhukam” ini, Mahfud MD menegaskan dalam konsepsi negara Pancasila, agama diakui dan dilindungi oleh negara.

“Islam bukan agama teror. Indonesia 87 persen beragama Islam, tapi kalau ada teroris yang kebetulan beragama Islam itu hanya beberapa gelintir orang. Islam adalah agama kedamaian,” ujar Menko Polhukam yang juga Menteri Pertahanan Era Gus Dur ini.

Baca juga:  Menko Polhukam Tegaskan Ingin Kasus Pelanggaran HAM Segera Berakhir

Mahfud menjelaskan, negara yang pernah didirikan Nabi Muhammad yaitu Madinah al-Munawwarah adalah negara berperadaban, menghargai perbedaan.

“Ketika orang-orang takut saat Nabi Muhammad mendakwahkan Islam, Nabi Muhammad mengatakan Innama Bu’istu liddini al-hanifiyah al-samhah; saya diutus bukan untuk mengislamkan orang Yahudi, bukan untuk mengislamkan orang nasrani, bukan untuk mengislamkan orang majusi, tapi saya diutus ke muka bumi ini untuk membawa agaman yang lurus tetapi toleran, tidak memaksa, tidak menyalah-nyalahkan orang lain karena berbeda,” tambah Mahfud.

Mahfud mengajak, membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia secara bersama-sama, tidak perlu saling membenci antara satu dengan yang lain.

“Konsep kebersamaan dalam negara kebangsan yang kita beri nama Indonesia, yang menurut ormas-ormas besar seperti Muhammadiyah, NU dan lain-lain disebut dengan konsep Islam Wasathiah. Mari bersama bangun bangsa dan negara ini berdasarkan sikap toleran terhadap perbedaan. Kita merdeka karena bersatu di dalam perbedaan dan akan maju karena bersatu,” pungkas Mahfud. (*)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel